IHSG Galau Bukan Main, Investor Perlu Cermati Ini!

  • Share

Jakarta, OtoMobile.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,19% ke level 6.674,85 pada perdagangan Kamis (6/1/2022). Akan tetapi, tak lama setelahnya IHSG malah berbalik arah dan terkoreksi 0,11% ke 6.655,26 pada pukul09.02 WIB.

Di awal perdagangan asing terpantau melakukan beli bersih (net buy) sebesar Rp 73,77 miliar.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi dua saham dengan net buy asing terbesar Rp 41,3 miliar dan Rp 14,11 miliar.

Sedangkan saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) menjadi yang paling banyak dilepas asing dengan net sell Rp 3,9 miliar dan Rp 871,2 juta.

Kemarin, IHSG berakhir di 6.662,3. Melemah 0,49% dibandingkan penutupan hari sebelumnya dan menjadi koreksi perdana pada 2022.

Sejatinya perdagangan berlangsung semarak. Frekuensi transaksi mencapai 1,28 juta kali yang melibatkan 21,06 miliar unit saham senilai Rp 23,16 triliun.

Investor asing pun melakukan akumulasi beli Rp 802,04 miliar di seluruh pasar. Sejak awal tahun, investor asing membukukan beli bersih Rp 601,55 miliar.

Untuk perdagangan hari ini, investor patut mencermati sejumlah sentimen. Pertama tentu Wall Street yang ‘kebakaran’ akibat tiga indeks utamanya anjlok. Dow Joes Industrial Average (DJIA) ambles 1,07%, S&P 500 berkurang 1,94%, dan Nasdaq Composite ambrol 3,34%. Nasdaq membukukan koreksi harian terparah sejak Februari tahun lalu.

Penyebabnya adalah notula rapat atau minutes of meeting bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) yang membuat Wall Street ‘karam’. Dalam rapat edisi Desember2021, Ketua Jerome ‘Jay’ Powell dan sejawat menyebut pasar tenaga kerja sudah sangat ketat dan inflasi terus meninggi. Ini membuat The Fed sepertinya harus menaikkan suku bunga acuan lebih cepat. Ini tentu akan mempengaruhi mental pasar keuangan Asia, termasuk Indonesia.

Sentimen kedua, yang juga membuat Wall Street terjungkal, adalah hawa pengetatan kebijakan moneter AS yang kian terasa. Hal ini makin terkonfirmasi dengan rilis data keternakerjaan terbaru.

ADP melaporkan penciptaan lapangan kerja di Negeri Paman Sam pada Desember 2021 mencapai 807.000. Jauh lebih tinggi dibandingkan konsensus pasar yang dihimpun Reuters dengan perkiraan 400.000.

Pasar tenaga kerja yang bangkit, plus inflasi tinggi, tentu membuat The Fed memang harus segera ‘menginjak rem’. Bahkan pelaku pasar memperkirakan Federal Funds Rate bisa naik tiga kali tahun ini.

Seperti yang terjadi di Wall Street, sentimen ini berdampak luar biasa. Arus modal seret, karena terpusat di US Treasury Bonds.

Situasi serupa sangat mungkin terjadi di pasar keuangan negara-negara berkembang. Aliran duit bakal seret, mampet. Tentu bukan kabar baik bagi IHSG dan rupiah.

Sentimen ketiga, kali ini dari dalam negeri, adalah tekanan inflasi domestik yang mulai terasa. Harga sejumlah kebutuhan pokok masih bergerak naik.

Mengutip catatan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga rata-rata nasional di pasar tradisional untuk minyak goreng kemasan bermerek 1 pada 5 Januari 2022, adalah Rp 20.950/kg. Naik Rp 200 (0,96%) dibandingkan hari sebelumnya.

[Gambas:Video CNBC]

(fsd/fsd)



  • Share