Ada 319 Industri Komponen Mobil Merasakan dampak PPnBM

  • Share

Oto Mobile – Pemerintah pada Maret sampai Desember 2021, membuat kebijakan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) ditanggung Pemerintah.

Kebijakan tersebut memberikan dampak positif bagi penjualan mobil nasional. Dalam program tersebut, penjualan mobil Maret-November 2021 untuk Agen Pemegang Merek (APM) yang masuk ke dalam stimulus, mencapai 428.947 unit, atau meningkat 126,6% dari periode yang sama di tahun sebelumnya sebanyak 189.364 unit.

Baca juga: Gaikindo: Relaksasi PPnBM 100 Persen Memicu Pergerakan Ekonomi

Berkat peningkatan penjualan mobil tesebut, industri alat angkut pada triwulan II dan III tahun 2021 juga merasakan dampak positif, dengan pertumbuhan di masing-masing periode tersebut sebesar 45,2% (yoy) dan 27,8% (yoy).

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, ada 319 perusahaan industri komponen tier 1, serta industri komponen tier 2 dan 3 yang sebagian besar merupakan industri kecil dan menengah (IKM) merasakan dampak PPnBM.

“IKM banyak yang terlibat dalam proses manufaktur dengan adanya kebijakan diskon PPnBM tersebut,” jelas Menperin di Jakarta, Rabu (05/01).

Menperin menjelaskan, kendaraan bermotor roda empat dengan kapasitas di bawah 1.500 cc dengan harga penjualan yang berada di kisaran Rp 250 juta menguasai segmen pasar sekitar 60%.

“Hal ini menunjukkan bahwa kendaraan dengan jenis tersebut mendominasi pasar mobil di dalam negeri,” tuturnya. Ini sesuai dengan daya beli masyarakat. “Kami berpendapat, mobil dengan harga di bawah Rp250 juta bukan barang mewah, namun telah menjadi bagian dari kebutuhan masyarakat,” ungkap Agus Gumiwang.

Baca juga: PPnBM Tingkatkan Penjualan Mobil, Merek Ini Yang Paling Laris

Dengan pertimbangan tersebut, Kemenperin mengusulkan agar mobil dengan harga penjualan di bawah Rp250 juta dan local purchase minimal sebesar 80%, tidak dikenai PPnBM mulai tahun 2022.

“Menurut kami, hal ini dapat menjaga kelangsungan industri otomotif di tahun 2022 dan selanjutnya,” tambah Agus Gumiwang. Kebijakan stimulus PPnBM DTP terbukti mampu menjaga momentum pertumbuhan industri otomotif di Tanah Air, sekaligus meningkatkan utilisasi dan kinerja sektor industri kompenen otomotif.

Tingkat kandungan lokal yang tinggi juga menunjukkan bahwa produksi mobil tersebut juga mendukung pertumbuhan industri komponen di dalam negeri. Ia menjelaskan, saat ini ada sekitar 550 perusahaan industri komponen Tier 1 dan 1.000 perusahaan industri komponen Tier 2 dan 3, yang sebagian besar adalah IKM.

Dengan tingkat kandungan lokal yang tinggi, industri mobil di tanah air makin berpeluang menjadi basis ekspor kendaraan, terutama untuk negara-negara berkembang.

  • Share