Menhub Prediksi Arus Mudik Tahun Ini Terjadi Lebih Cepat, Tanggal Berapa?

  • Share
Jakarta

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengecek simulasi penerapan rekayasa lalu lintas di jalan Tol Cikampek. Dalam kesempatan tersebut, Budi memprediksi jika arus mudik Lebaran tahun ini bisa terjadi lebih cepat dari prediksi sebelumnya.

Simulasi rekayasa lalu lintas ini dilakukan sebagai uji coba, untuk mengetahui mana yang paling efektif menekan kemacetan dengan rasio perbandingan volume kendaraan dengan kapasitas jalan (VC Ratio) yang terkecil.

“Beberapa hari ini akan dilakukan simulasi penerapan rekayasa lalu lintas, yang nantinya bisa menjadi rekomendasi yang terukur dalam pengambilan keputusan,” kata Budi Karya Sumadi dalam keterangan tertulis.

Dalam arus mudik tahun ini, diskresi rekayasa lalu lintas di lapangan akan ditetapkan oleh Korlantas Polri. Ada sejumlah rekayasa lalu lintas yang akan disiapkan selama mudik di antaranya contra flow, one way, dan ganjil genap.

Dalam kesempatan yang sama, Budi menjelaskan saat ini tengah didiskusikan mulai kapan rekayasa lalu lintas ini bakal berlaku. Ia memprediksi jika pergerakan arus mudik bisa terjadi lebih awal dari perkiraan sebelumnya.

Belasan bus dilakukan pengecekan layak jalan jelang mudik lebaran di Terminal Cicaheum, Kota Bandung. Ada tiga bus yang dikandangkan petugas karena bermasalah.Ilustrasi Belasan bus dilakukan pengecekan layak jalan jelang mudik lebaran di Terminal Cicaheum, Kota Bandung. Ada tiga bus yang dikandangkan petugas karena bermasalah. Foto: Wisma Putra

“Mulainya bisa di tanggal 28 April 2022 atau juga bisa lebih awal di tanggal 25 April 2022. Hasil dari simulasi ini akan segera dilaporkan dan direkomendasikan kepada Presiden,” jelasnya.

Dari hasil prediksi, selama arus mudik jalur darat bakal menjadi yang paling krusial untuk ditangani. Sekitar 47 persen dari 85,5 juta orang yang diprediksi akan melakukan mudik menggunakan jalur darat, baik kendaraan pribadi (mobil dan sepeda motor) maupun angkutan darat (bus, angkutan penyeberangan, dan lain-lain).

Jumlah pemudik pada tahun ini diprediksi juga meningkat sekitar 45 persen dibandingkan pemudik di tahun 2019, tepatnya sebelum pandemi Covid-19. Sementara itu, dua titik yang perlu dilakukan antisipasi khusus adalah jalur Bekasi-Semarang dan penyeberangan Merak Bakauheni.

Beberapa titik yang diprediksi akan terjadi kepadatan dan kemacetan yakni pintu masuk tol, rest area, pom bensin, dan tempat-tempat lainnya. Lalu, sejumlah titik yang diprediksi terjadi kepadatan yakni Jalur tol Tangerang-Merak Km 26, Jalur Tol arah Cikampek Km 48-60, KM 31-37, Km 70-72, dan untuk arus balik di Km 54.

Di tahun ini pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk tidak melakukan penyekatan dan putar balik. Pengendalian arus lalu lintas di lapangan dilakukan secara humanis dan persuasif. Diharapkan perjalanan mudik bakal berlangsung dengan lancar setelah dua tahun tidak bisa pulang kampung karena pandemi Covid-19.

Simak Video “Catat! Ini Prediksi Puncak Arus Mudik, Arus Balik, dan Titik Kemacetan
[Gambas:Video 20detik]
(lth/lth)

  • Share