Prajurit TNI dan Jurnalis Terlempar dari Mobil, Ini Pentingnya Seatbelt

  • Share
Jakarta

Kecelakaan dialami salah satu mobil rombongan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman di Sota, Merakue, Papua. Akibatnya, dua orang meninggal dunia dalam kecelakaan itu.

“Murni kecelakaan tunggal di mana kendaraan yang digunakan berada di luar rombongan utama Kasad,” ujar Kadispenad Brigjen TNI Tatang Subarna dalam keterangannya, Selasa (12/4/2022).

TNI AD menjelaskan kronologi Letda Cpm I Kadek Suhardiyana dan seorang jurnalis Roi Dorsono Rahel tewas dalam kecelakaan saat kunjungan KSAD Jenderal Dudung di Merauke.

“Saat melintas di Km 62 dari Merauke ke arah Sota dengan kecepatan kendaraan 60 km/jam, mobil yang ditumpangi korban keluar dari badan jalan sisi sebelah kanan sehingga pengemudi tidak dapat mengendalikan kendaraan,” kata Kadispenad Brigjen TNI Tatang Subarna.

Mobil rombongan kala itu dikendarai oleh Prada Adi Febrian Napitupulu. Letda Suhardiyana dan Roi terpental keluar dari kendaraan sehingga mengalami luka cedera berat. Sementara 2 orang lainnya, yakni Laurens Bawotong dan Aldo Waryaan, tetap di dalam kendaraan. Keduanya mengalami luka ringan.

Praktisi keselamatan berkendara yang juga Founder dan Instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu menyoroti kejadian penumpang yang terlempar keluar dari mobil. Menurutnya, diduga korban tidak mengenakan sabuk pengaman dengan benar.

“Kalau terlempar dari mobil, patut diduga korban-korban yang terlempar dari mobil ketika mobil terbalik, mereka tidak terikat sabuk pengaman dengan benar. Bukan tidak menggunakan, tapi tidak terikat dengan benar. Bisa saja menggunakan (sabuk pengaman) tapi tidak tepat,” ujar Jusri kepada detikcom, Rabu (13/4/2022).

Dia bilang, sabuk pengaman memiliki peran penting. Seatbelt atau sabuk keselamatan ini bisa mengurangi cedera serius dari kecelakaan nahas.

“Itu berdasarkan fakta atau hasil tes-tes, analisa-analisa, orang-orang yang terikat dengan sabuk pengaman. Karena dia membuat orang tetap berada di kursinya ketika kendaraan itu mengalami kecelakaan, tabrakan dari depan, hinggga terbalik,” ucapnya.

Memang, secara aturan di Indonesia, kewajiban penggunaan sabuk keselamatan hanya berlaku untuk sopir dan penumpang depan. Meski begitu, Jusri menyebut penumpang di baris kedua atau ketiga pun perlu menggunakan seatbelt demi keselamatan.

“Sayangnya, karena kita tahu aturan pengguna sabuk pengaman itu masih mengakomodir penumpang depan dan pengemudi. Penumpang di kursi belakang belum diatur. Tolong masyarakat bahwa keselamatan itu bukan aturan, keselamatan itu adalah kebutuhan hidup kita. Sebaiknya, pihak penegak hukum juga harus segera merevisi, bahwa sabuk pengaman harus terpasang di setiap kursi dengan aturan setiap penumpang harus menggunakan sabuk pengaman. Dengan kata lain, jumlah penumpang harus sesuai degan jumlah sabuk pengaman yang ada. Jadi tidak ada over kapasitas lagi dan setiap penumpang harus menggunakan sabuk pengaman,” katanya.

Simak Video “Pengemudi Honda Jazz yang Terbakar di Jaksel Ternyata DPO Polisi
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)

  • Share