Mudik Dibolehkan Jadi Angin Segar buat Penjualan Bus

  • Share
Jakarta

Pemerintah membolehkan masyarakat untuk melakukan mudik Lebaran tahun ini. Ini menjadi angin segar bagi penjualan bus yang bisa dilirik lagi oleh perusahaan otobus (PO) untuk mengangkut pemudik.

Faustina, Head of Product & Marketing PT Daimler Commercial Vehicles Indonesia, mengatakan kebijakan mudik tahun ini membuat target penjualan bus meningkat. Faustina berharap, kebijakan mudik bisa menjadi momen baik untuk penjualan bus di Indonesia.

“Yang kita harapkan adalah tahun ini akan menjadi lompatan besar untuk market bus terutama setelah Pak Jokowi bilang, Pak Luhut bilang, bisa mudik lagi, dan sudah ada cuti bersama,” ujar Faustina dalam acara media gathering di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (12/4/2022).

“Untuk kita yang bergerak di bidang bus, kita bisa bilang ini adalah momentum bagus untuk tahun ini,” ujarnya.

Tahun ini, Daimler yang menjual bus dan truk merek Mercedes-Benz berharap bisa mempertahankan pangsa pasar bus di Indonesia. Begitu juga untuk pasar truk.

“Yang kita harapkan adalah kita bisa meraih at least atau lebih 10% market share untuk kategori di atas 10 ton truk. Sedangkan bus di angka 50% (pangsa pasar) artinya kita bisa mempertahankan atau di atas 50%,” ujar Faustina.

Caranya, Faustina menambahkan, pihaknya akan memperkenalkan produk baru. Salah satunya adalah truk Mercedes-Benz Axor Euro 4.

“Itu salah satu key success produk kita. Lita akan launch Axor Euro 4 di bulan Juni. Akan ada produk baru lagi, ada 3 model baru. Kita akan produksi lebih banyak KD atau knock down (rakitan lokal) dibanding BU (built-up atau impor utuh). Yang tadinya hanya 4 model hingga akhir 2022 kita akan mencapai 7 model (yang dirakit secara lokal. Karena BU tidak mudah juga prosesnya, dan ini bentuk komitmen kita bahwa kita akan memperluas pangsa pasar kita atau produksi kita,” ucapnya.

Selain itu, strategi lainnya adalah memperluas jaringan dealer. Faustina menyebut, pihaknya juga akan mengembangkan jaringan mengarah ke timur Indonesia.

“Mulai dari Kalimantan dan Sulawesi. Kenapa Sulawesi, karena kita lihat animonya itu di Sulawesi cukup tinggi. Apalagi elektrifikasi sudah mulai didengar, makanya kita lebih ke timur Indonesia,” ujarnya.

Simak Video “Kenapa Booster Jadi Syarat Mudik, Tapi Tidak untuk Nonton MotoGP?
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)

  • Share