5 Tips untuk Pemilik Mobil dalam Menghadapi Harga BBM yang …

  • Share

PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga BBM Pertamax menjadi Rp 12.500 per liter. Mereka juga berencana menyesuaikan harga Pertalite dalam waktu dekat.

Meski penulis mengerti mengapa Pertamina harus melakukan penyesuaian harga BBM, membeli Pertamax dengan harga Rp 12.500 per liter tetap saja terasa berat. Bayangkan saja, membeli BBM dengan harga Rp 200.000 kini tak sampai setengah tangki. Jika tadinya Rp 200.000 bisa untuk wara-wiri tiga hari, kini bisa mempertahankan BBM tersebut untuk dua hari saja sudah bangga dengan kaki sendiri.

Tentu, kenaikan harga BBM ini adalah sebuah culture shock bagi pemilik mobil modern. Tak ayal, antrean mengisi Pertalite di SPBU kini lebih panjang dari biasanya. Lantas, bagaimana solusinya jika harga Pertalite juga ikut melambung? Oke, kami akan memberikan empat tips dalam mengantisipasi kenaikan harga BBM sepanjang tahun 2022 ini.

1. Memastikan Mobil dalam Kondisi Sehat

Memang poin ini terlihat sepele, tapi kondisi mobil sebenarnya sangat berpengaruh terhadap kemampuannya dalam mencatatkan efisiensi konsumsi bahan bakar yang optimal.

Gambar Servis Mobil

Pastikan untuk memeriksa kondisi mobil secara berkala agar tidak boros BBM

>>> Review All New Honda HR-V 2022: SUV Honda Jadi Lebih Stylish dan Megah

Kondisi mesin tentu menjadi hal yang utama, Anda harus memastikan bahwa dapur pacu mobil berada dalam kondisi sehat. Pastikan bahwa mobil sudah dirawat sesuai dengan interval servis berkala rekomendasi pabrikan.

Saringan udara dan oli yang kotor, serta busi yang sudah aus akan membuat pembacaan sensor menjadi kacau. Alhasil, kondisi ini berpotensi menimbulkan masalah pada sistem kontrol emisi, sehingga secara tidak langsung akan meningkatkan konsumsi BBM mobil Anda.

Tak kalah penting, tekanan ban juga harus sesuai dengan anjuran pabrikan. Jika tekanan ban terlalu rendah, hambatan gulir pada lapisan aspal akan bertambah sehingga menyebabkan konsumsi BBM mobil lebih boros.

2. Mengemudi dengan Teknik Eco Driving

Eco Driving merupakan cara mengemudi yang bertujuan untuk mengoptimalkan konsumsi bahan bakar secara efisien serta berperan mengurangi risiko kecelakaan di jalan raya. Untuk menerapkan teknik berkendara hemat BBM ini, berikut poin-poin yang harus diperhatikan:

Gambar Eco Driving

Menghemat bahan bakar, dimulai dengan membiasakan diri dengan teknik eco driving

>>> Konsumsi BBM Toyota Fortuner vs Pajero Sport, Lebih Irit Mana?

  • Menekan pedal gas secara perlahan. Jangan menekan pedal gas hingga rpm mesin tinggi karena hanya akan menyebabkan konsumsi BBM yang berlebihan
  • Jika mobil Anda manual, batasi perpindahan gigi di putaran mesin 2.000 – 3.000 RPM agar pemakaian bahan bakar tetap optimal
  • Jaga jarak aman terhadap mobil di depan, 2-3 meter adalah jarak yang dianjurkan
  • Penekanan pedal gas secara halus saat macet
  • Hindari posisi kaki setengah kopling
  • Pemanfaatan engine brake untuk pengereman
  • Hindari mesin terlalu lama menyala saat idling. Ada baiknya untuk mematikan saat berhenti lebih dari 10 menit
  • Temperatur AC dalam posisi ideal, bukan pada suhu maksimal
  • Menutup jendela saat kecepatan tinggi
  • Tidak agresif saat mengemudi

Di luar poin-poin di atas, Anda juga harus berkendara dengan lebih cermat. Salah satunya adalah dengan membuat rencana perjalanan yang jelas dengan mempertimbangkan waktu dan rute. Dengan ini, Anda bisa menghindari kemacetan dan kepadatan lalu lintas yang membuat konsumsi BBM mobil Anda semakin boros.

3. Memulai Kebiasaan Menggunakan Kendaraan Umum atau.. Nebeng

Gambar Transportasi Umum

Membiasakan diri menggunakan transportasi umum bisa menghemat pengeluaran membeli BBM

Jika harga BBM masih terasa membebani setelah melakukan dua hal diatas, mungkin Anda perlu mempertimbangkan untuk menggunakan kendaraan umum saat bepergian.

Atau, Anda juga bisa mencari teman tebengan yang tinggal di dekat rumah Anda untuk berbagi perjalanan. Anda bisa membagi pengeluaran membeli BBM dan biaya tol berdua atau bahkan bertiga.

4. Jual Mobil Anda, Beli Mobil Listrik!

Langkah terakhir tentu saja mengganti mobil Anda yang bermesin konvensional dengan mobil listrik. Karena menggunakan motor listrik, tentu saja mobil ini tak lagi membutuhkan BBM. Jadi, Pertamax naik menjadi Rp 100.000 per liter pun tak jadi masalah karena biaya operasional sehari-hari mobil listrik sangat rendah.

Gambar Hyundai IONIQ 5

Dengan mobil listrik seperti Hyundai IONIQ 5, Anda tak perlu mengisi bahan bakar lagi

Berdasarkan pengetesan kami, mobil listrik hanya membutuhkan Rp 100 – 200 per kilometernya. Sementara untuk mobil bermesin konvensional, Anda membutuhkan sekitar Rp 600 – 1.250 per kilometer.

>>> Temukan Pilihan Mobil Bekas Berkualias di Sini

  • Share