Viral Klub Mobil Blokade Jalan Tol, Praktisi: Pasti Komunitas Liar

  • Share
Jakarta

Di media sosial viral klub atau komunitas mobil memblokade jalan tol. Peristiwa itu terjadi di Tol Soreang-Pasir Koja (Tol Soroja), Bandung, Jawa Barat. Menurut praktisi keselamatan berkendara, tindakan klub otomotif yang memblokade jalan itu membahayakan pengendara lain.

Video ini diunggah oleh pemilik akun @CakBandeng82 di Twitter. Dalam video tersebut menampilkan puluhan mobil tengah memenuhi ruas jalan tol.

Awalnya video menampilkan belasan kendaraan tengah terjebak macet di ruas jalan tol. Kendaraan pun harus melaju perlahan dan mengambil sisi jalur kanan, sebab di jalur kiri dipadati oleh mobil yang tengah berhenti.

Rupanya, kemacetan di tol tersebut disebabkan oleh aksi sekelompok komunitas mobil yang sengaja memblokir akses jalan Tol Soreang-Pasirkoja (Soroja). Para pengendara tersebut memarkirkan kendaraannya hingga ke tengah jalan tol.

Tak hanya memblokade, pengendara ini juga sengaja memamerkan kendaraan hingga menggeber mobilnya. Hal ini membuat suasana di sekitar menjadi berisik dan mengganggu pendengaran, soalnya knalpot mobil tersebut telah diganti menggunakan model balap yang bising.

Sony Susmana, praktisi keselamatan berkendara dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) mengatakan, jalan adalah milik umum yang digunakan bersama dengan aturan dan etika yang berlaku. Memblokade jalan sama saja menutup hak orang lain.

“Sehingga ini sudah dikategorikan melanggar hukum dan harus dikenakan sanksi pidana,” ucap Sony kepada detikcom, Selasa (12/4/2022).

Menurutnya, klub otomotif seharusnya memberi contoh baik kepada masyarakat dalam berperilaku di jalan. Dengan begitu, image masyarakat terhadap komunitas akan simpatik.

“Klub yang seperti ini pastinya liar dan tidak terdaftar di IMI (Ikatan Motor Indonesia),” sebutnya.

Kata Sony, tidak sembarangan kelompok bisa menutup jalan, apalagi jalan tol. Sebab, di jalan tol rata-rata kecepatan kendaraan mencapai 60-100 km/jam.

“Ada aturan dan SOP yang harus diterapkan untuk mencegah terjadinya kecelakaan. Dan itu yang adalah petugas jalan tol (kepolisian), karena harus ada koordinasi internal sebelumnya,” katanya.

“Pikirkan bahayanya sebelum melakukan aktivitas di tempat umum, karena jangan sampai merugikan bahkan mencelakai orang lain,” ucap Sony.

Klarifikasi Komunitas

Sebelumnya, viral juga selebaran itu bertuliskan ‘Romadhon Race Championship 2022’ kemudian ada keterangan mengenai lokasi penyelenggaraannya yakni di pintu keluar Tol Soroja mulai 3 April hingga 3 Mei 2022 pada pukul 04.00-06.30 WIB dan pukul 16.00-18.00 WIB. Dikutip detikJabar, hal ini membuat kepolisian turun tangan untuk menelusuri.

Pihak komunitas yang viral tersebut memberikan klarifikasi. Salah satu perwakilan komunitas itu menyebutkan, video yang viral tersebut bukan bagian dari balap liar di Tol Soroja, tapi merupakan kopi darat (kopdar) atau pertemuan komunitas mobil.

“Deskripsi atau caption yang beredar di media sosial tersebut (tentang Ramadan Race Soroja) tidak sesuai fakta. Fakta yang terjadi pada saat kejadian adalah kopdar gabungan car enthusiast bandung yang diikuti oleh 15 komunitas dilaksanakan pada tanggal 12 Maret,” kata salah satu anggota komunitas dalam video klarifikasi yang diunggah Instagram Sentral Komunikasi (Senkom) Tol Soroja, Senin (11/4/2022).

Meski begitu, tindakan komunitas mobil yang berhenti di jalan tol sambil geber-geber itu tidak dibenarkan. Komunitas yang terlibat pun meminta maaf.

“Kami dari komunitas atau klub yang termasuk mengikuti acara tersebut memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak yang dirugikan khususnya pengguna jalan Tol Soroja, pihak kepolisian PJR dan pihak pengelola Tol Soroja Citra Marga Lintas Jabar,” ujarnya.

Simak Video “Kasir Minimarket di Pekanbaru Dianiaya Manajer, Diduga Dipicu Asmara
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)

  • Share