Prediksi Puncak Arus Mudik & Arus Balik Lebaran 2022, Tanggal Berapa Saja? – Berita Otomotif

  • Share

JAKARTA – Hari pertama libur dan cuti bersama Lebaran Idul Fitri 2022 diperkirakan langsung menjadi puncak arus mudik. Bagaimana dengan puncak arus baliknya?

Jasa Marga memprediksi puncak arus mudik Lebaran tahun ini terjadi pada 29 April 2022. Sementara, puncak arus balik diperkirakan terjadi di akhir pekan terakhir masa libur serta cuti bersama Lebaran.

“Mayoritas pemudik akan menuju wilayah Timur melalui Jalan Tol Trans Jawa. Hal ini harus benar-benar diantisipasi oleh masyarakat untuk mempersiapkan perjalanan, khususnya mengatur waktu dan rute dengan menghindari perjalanan di puncak arus mudik pada tanggal 29 April 2022 dan puncak arus balik pada tanggal 8 Mei 2022,” kata Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru, seperti dikutip dari keterangan resmi baru-baru ini.

Sekadar mengingatkan, pemerintah tahun ini memperbolehkan lagi mudik karena pandemi Covid-19 dinilai terkendali. Pada 2020 dan 2021, tradisi tahunan ini dilarang gara-gara pandemi.

Libur dan cuti bersama Lebaran Idul Fitri 2022 telah ditetapkan yaitu 29 April-6 Mei. Namun, total masa rehat para pekerja berlangsung hingga Minggu (8/4/2022).

Adapun Hari Raya Idul Fitri kali ini kemungkinan jatuh pada 2-3 Mei 2022. Total jumlah pemudik dari seluruh Indonesia diproyeksikan mencapai 85 juta orang.

Lebih lanjut, Jasa Marga memperkirakan 2,54 juta mobil mengarah keluar area Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) pada H-7 hingga H+7 Hari Raya Idul Fitri 1443 H (25 April sampai 10 Mei 2022).

Angka tersebut meningkat 10,8 persen jika dibandingkan dengan arus kendaraan periode normal pada November 2021.

Lalu, jumlah mobil masuk Jakarta mencapai 2,57 juta unit pada periode yang sama. Kenaikannya mencapai 12,9 persen kalau dikomparasikan dengan arus kendaraan periode normal November 2021.

Prediksi Jasa Marga merupakan angka kumulatif arus lalu lintas dari empat titik. Ada Gerbang Tol (GT) Utama yaitu GT Cikampek Utama serta GT Kalihurip Utama (arah Trans Jawa dan Bandung), GT Ciawi (arah Puncak), maupun GT Cikupa (Arah Merak).

Berbagai upaya, lanjut Dwimawan, akan Jasa Marga lakukan untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas di tol.

Misalnya memfungsikan pelebaran satu lajur di sepanjang Km 61 hingga Km 50 Jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Jakarta, mempersiapkan jalur alternatif Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan Sadang sampai Kutanegara sepanjang 8 km.

Rekayasa lalu lintas semisal contraflow, one way, ramp chek pun dipersiapkan. Eksekusinya di lapangan adalah diskresi kepolisian.

Jasa Marga juga menyiagakan gardu temporer di Km 149 Gedebage Tol Padaleunyi, mengoptimalkan gardu Oblique Approach Booth dan menambah mobile reader di gerbang-gerbang tol lain, menambah toilet portable, berkoordinasi dengan Pertamina menambah layanan BBM Pertashop dan motoris, dan lain-lain. [Xan/Ses]

>>>>> Klik link ini untuk melihat harga mobil baru <<<<<

  • Share