Pertamina: Harga BBM di Indonesia Masih Termasuk Termurah di Dunia – Berita Otomotif

  • Share

JAKARTA – Pertamina menyebut harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia tergolong paling murah di dunia, meski bulan ini mengalami kenaikan. Untuk BBM subsidi, mereka berjanji menjaga harga sekaligus daya beli masyarakat, bersama dengan pemerintah.

Sekadar mengingatkan, harga BBM Pertamina non-subsidi jenis Pertamax (RON 92) mulai 1 April 2022 naik antara Rp12.500 sampai Rp13 ribu–tergantung daerah. Penyebabnya lonjakan harga minyak mentah dunia gara-gara konflik Rusia-Ukraina.

Dalam pernyataan pers ketika itu, revisi harga masih jauh di bawah harga keekonomian yakni Rp16 ribu.

Pertamina, melalui keterangan resmi pada Senin (11/4/2022), menjelaskan secara historis harga BBM Pertamina juga lebih kompetitif dibandingkan para kompetitor.

Lalu, harga rata-rata BBM Indonesia yang sekarang Rp16.500 pun disebut masih menjadi salah satu yang terendah di Asia, bahkan dunia.

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini mencontohkan harga rata-rata BBM Singapura sebagai yang tertinggi di Asia dengan Rp30.208 per liter.

Selanjutnya, ada Laos dengan Rp24.767 per liter, Filipina Rp20.828 per liter, Kamboja Rp20.521 per liter, Thailand Rp19.767 per liter, Vietnam Rp18.647 per liter.

Harga BBM rata-rata di Malaysia diakui lebih rendah ketimbang Indonesia. Akan tetapi, ini terjadi karena adanya perbedaan nilai subsidi.

Harga BBM rata-rata di negara-negara maju malah lebih jomplang lagi kalau dikomparasi dengan Indonesia. Hong Kong berada di peringkat teratas dengan Rp36.176 per liter (kurs 1 dollar AS = Rp14.357).

Setelah itu terdapat Finlandia dengan Rp34.741 per liter, Jerman Rp34.454 per liter, Italia Rp34.510 per liter, Norwegia Rp33.162 per liter, Belanda Rp33.018 per liter, Yunani Rp32.733 per liter dan Portugal Rp31.728 per liter.

Pertamina kemudian mengingatkan di tengah pergolakan hanya minyak mentah dunia, pemerintah telah menetapkan Pertalite sebagai BBM Khusus Penugasan alias BBM subsidi. Ini dilakukan agar harganya bisa tetap dijaga di Rp7.6550 per liter.

Begitu pula dengan biosolar yang banderolnya dijaga di Rp5.150 per liter. Ini, menurut Pertamina, dilakukan sebagai upaya menjaga kenaikan harga logistik, baik di angkutan barang maupun orang.

Pasalnya, Pertalite serta Biosolar merupakan dua jenis BBM yang paling banyak dibeli masyarakat dengan kontribusi 83 persen dari penjualan BBM retail Pertamina.

Beda halnya dengan Pertamax plus Pertamax Turbo. Kedua BBM non-subsidi ini hanya berkontribusi 14 persen dan sebagian besar penggunanya kalangan menengah ke atas bermobil mewah.

“Baik Biosolar maupun Pertalite merupakan jenis BBM yang mendapatkan dukungan dari Pemerintah dalam bentuk subsidi atau kompensasi, sehingga harganya tetap,” jelas Vice President PT. Pertamina Fajriyah Usman. [Xan/Ses]

>>>>> Klik link ini untuk melihat harga mobil baru <<<<<

  • Share