Sampai Kapan Kelangkaan Semikonduktor Ganggu Produksi Honda di Indonesia?

  • Share
Jakarta

Kelangkaan chip semikonduktor telah mengganggu produksi mobil Honda di Indonesia. Sampai kapan krisis ini akan terjadi?

Salah satu krisis besar yang ditimbulkan pandemi virus Corona (COVID-19) adalah minimnya ketersediaan komponen chip semikonduktor. Tidak hanya dialami oleh industri otomotif global, masalah ini juga dialami oleh produsen mobil Honda di Indonesia.

Akibat kelangkaan chip semikonduktor, PT Honda Prospect Motor (HPM) saat ini hanya memproduksi satu tipe Mobilio dan lebih memprioritaskan Brio. Selain itu, produksi model baru seperti All New HR-V juga ikutan terhambat, di saat permintaan terhadap model ini sangat tinggi.

“Kami melihat permintaan (model) mana yang paling tinggi, karena beberapa chip (semikonduktor) ini mempengaruhi part yang sama, dipakai beberapa model,” kata Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy, di Jakarta (7/4/2022).

“Maka itu ada pertanyaan, kenapa Mobilio nggak ada, (karena) chip (semikonduktor) ini mempengaruhi part yang sama dipakai di Brio. Dan Brio back order-nya tinggi sekali, jadi kami prioritaskan produksi Honda Brio itu yang diutamakan,” sambungnya.

Masalah serupa juga dialami All New-HRV. Produksi mobil ini ikutan terganggu, sehingga target produksi pun tidak bisa mengimbangi jumlah permintaan.

“Sama dengan HR-V ya. HR-V itu produk global dan komponen (semikonduktornya) terbatas, sehingga beberapa komponen terdampak. Jadi setiap region itu sudah ada alokasinya. Nah ini yang kami mohon maaf, di bulan kemarin (Maret) bisa 1.500 unit, di bulan ini (April) hanya bisa 1.300 unit. Dan bulan depan bisa meningkat secara berkala, karena kami strongly request, karena permintaan konsumen sudah 5.000 unit lebih,” lanjut Billy.

Billy sendiri belum bisa memastikan, kapan kelangkaan chip semikonduktor ini berakhir. Namun yang pasti, pihak dari prinsipal terus memonitor kelangkaan komponen ini.

“(Lalu) pemulihannya bagaimana? Tentu prinsipal kami tidak tinggal diam ya. Mereka terus memonitor. Kita weekly meeting (rapat mingguan) juga ada untuk memberi update setiap komponen yang ada. Jadi sekali lagi, prioritas produksi itu tergantung dari ketersediaan komponen dan permintaan back ordernya seperti apa,” ujar Billy.

“Sampai kapannya kita belum bisa bicara. Tapi kami terus memonitor setiap minggunya,” tukasnya.

(lua/rgr)

  • Share