Berkah Mudik & Lebaran, Penjualan Mobil Maret 2022 Seperti Tak Ada Pandemi! – Berita Otomotif

  • Share

Oto Mobile – Penjualan mobil nasional pada Maret 2022 kembali ke level seperti ketika pandemi Covid-19 belum ‘menghajar’ Indonesia. Ini disebut berkat mudik, Lebaran Idul Fitri, juga ‘diskon’ Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM).

Sepanjang bulan ketiga 2022, menurut keterangan resmi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) pada Senin (11/4/2022), wholesales alias distribusi ke diler menyentuh 98.524 unit.

Adapun retail atau distribusi dari diler ke konsumen mencapai 89.811 unit.

Menilik data resmi asosiasi tersebut, secara wholesales ada peningkatan 21,29 persen dibanding Februarinya. Sementara, secara retail, pertumbuhannya 28,32 persen.

Angka bulan lalu dikatakan luar biasa untuk ukuran dua tahun terakhir, dalam masa pandemi. Volume penjualan mobil berhasil balik seperti masa era normal.

Business Innovation, Sales, and Marketing Director PT. Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy, ketika ditemui di sela-sela Indonesia International Motor Show (IIMS) 2022 pada 31 Maret-10 April di Jakarta, sempat mengatakan penjualan Maret tahun ini meningkat pesat ketimbang Februari.

Ia telah memproyeksikan penjualan mobil retail nasional di level 89 ribu-an unit.

Adapun alasan utama dari performa positif tersebut, menurut Billy, antara lain adalah diperbolehkannya lagi mudik pada tahun ini plus konsumsi yang sudah kembali aktif menjelang Lebaran Idul Fitri 2022 pada 2-3 Mei nanti.

Pada kesempatan berbeda, Marketing Director PT. Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy juga memperkirakan lonjakan penjualan pada Maret. Kombinasi dari aktivitas dari agen pemegang merek plus diler, Lebaran, serta diskon PPnBM ia nilai sebagai penyebabnya.

Terkait diskon PPnBM, Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi berterima kasih secara khusus kepada pemerintah.

“Khususnya kami menyampaikan rasa terima kasih kepada Kementerian Perindustrian atas arahan dan dukungan penuh kepada industri otomotif Indonesia lewat kebijakan relaksasi PPnBM DTP (Ditanggung Pemerintah) yang menjadi alasan utama kenaikan angka penjualan luar biasa pada kuartal pertama tahun ini,” pungkas Nangoi via pernyataan pers.

Subsidi PPnBM untuk mobil baru dari pemerintah telah diberikan sejak 2021, kemudian diperpanjang tahun ini. Tahun lalu, kebijakan tersebut dikatakan menjadi pemicu kenaikan penjualan 68 persen.

Diskon PPnBM lanjut membuat penjualan mobil secara wholesales meroket 41,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya menjadi kisaran 263.810-an unit. [Xan/Ses]

>>>>> Klik link ini untuk melihat harga mobil baru <<<<<

  • Share