Harga Pertamax Naik, Pakai Mobil Listrik Jadi Lebih Untung?

  • Share

Dengan harga pertamax mengalami kenaikan, banyak perdebatan yang menyebutkan mobil listrik lebih menguntungkan. Berikut hasil pengetesan dari tim Cintamobil TV.

Harga Pertamax naik dari Rp 9.000 menjadi Rp12.500 sampai Rp13.000 di beberapa provinsi menjadi pemberitaan yang memenuhi media sosial hingga saat ini. Kenaikannya tentu saja membuat perdebatan semakin hangat: apakah kenaikan harga BBM membuat mobil listrik semakin menguntungkan?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, tim Cintamobil TV sebelumnya sudah pernah mempertandingkan perbandingan antara pemakaian mobil bermesin konvensional dan mobil listrik. Dalam video ini, dua mobil yang diadu yaitu mobil Honda City Hatchback dan Hyundai Kona EV yang sudah dipasarkan di Indonesia sejak 2020 lalu.

Jarak tempuh

Peraturan baru yang menyebabkan harga Pertamax naik memang menjadi perdebatan yang membuat apakah mobil listrik lebih menguntungkan dibandingkan mobil berbahan bakar konvensional. Namun untuk jarak tempuh, beberapa model memiliki kapasitas berbeda-beda.

Dengan pengisian penuh, Kona Electric mampu mencapai 345 km dan kecepatan maksimum 167 km/jam. Sedangkan mobil listrik terbaru yang dirilis di Indonesia, yaitu Hyundai Ioniq 5, memiliki jarak tempuh maksimal hingga 481 km dalam sekali pengisian. Jarak yang cukup untuk menempuh Jakarta ke Semarang.

mobil baru Hyundai Ioniq 5 di Indonesia
Kenaikan harga Pertamax bisa bikin mobil listrik semakin populer?

City Hatchback memiliki kapasitas tangki 40 liter. Dengan harga Pertamax per liter saat ini Rp 12.500 liter, maka butuh Rp 500.000 untuk mengisi mobil dari kosong hingga penuh. Berdasarkan pengujian yang kami lakukan, konsumsi BBM Honda City Hatchback tercatat 15 km/liter untuk perjalanan di dalam kota, serta 20,5 km/liter untuk perjalanan di luar kota.

Dan untuk perjalanan dengan tangki terisi penuh, maka City Hatchback mampu mengantarkan Anda hingga menempuh 600 kilometer! Tapi tentu saja jarak ini berbeda-beda tergantung dengan kondisi berkendara dan kemacetan di jalanan.

Waktu pengisian

Satu hal yang mungkin harus diperhitungkan oleh pemilik mobil listrik yaitu waktu yang dibutuhkan untuk pengecasan. Khusus untuk Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum atau SPKLU, pengisian daya bisa dilakukan dalam jangka waktu yang lebih pendek melalui sistem fast charging. Ketimbang melakukan pengecasan di stasiun pengisian rumahan dengan daya yang lebih rendah.

Sedangkan seperti yang sudah diketahui bersama, pengisian mobil konvensional yang dilakukan di SPBU jauh lebih cepat. Walaupun memang tak menutup kemungkinan pemilik mobil harus mengantri cukup panjang pada saat-saat tertentu, misalnya ketika jam pulang kerja.

>>> Siap-siap, Harga Pertamax Bisa Naik Menjadi Rp 16.000 per Liter

Biaya servis masih tetap ada

Selain biaya yang bisa dihemat dengan pengisian BBM, satu lagi indikator yang perlu diperhatikan adalah biaya servis dan perawatan berkala. Pasalnya mobil listrik diklaim memiliki biaya perawatan berkala yang jauh lebih murah dibandingkan mobil konvensional.

Seperti yang terlihat pada video tersebut, pabrikan otomotif biasanya memberikan keringanan hingga gratis biaya servis dan perawatan selama lima tahun pertama. Tapi Anda masih harus mengganti komponen fast moving.

mobil baru All New Honda City Hatchback di Indonesia
Biaya servis Honda City Hatchback berbeda-beda setiap perawatan

Misalnya saja untuk sekali penggantian pada 20.000 km Honda City Hatchback, harga yang perlu dikeluarkan sekitar Rp 500 ribuan. Ini termasuk penggantian filter AC, mengganti oli transmisi maupun oli mesin, serta penggantian komponen lainnya dalam jangka waktu tertentu.

Sedangkan untuk mobil listrik, perawatan berkala termasuk mengganti komponen-komponen yang sudah melewati batas usia pemakaian. Meski tanpa penggantian oli mesin dan transmisi, komponen yang perlu diperhatikan yaitu fluida pendingin motor listrik dan fluida rem, serta filter AC. Biaya servis mobil listrik berada di kisaran Rp 500 ribuan.

Komponen lainnya juga perlu mendapatkan perhatian dan perawatan berkala. Mulai dari pengecekan kondisi baterai, komponen kelistrikan, kampas rem, hingga ketinggian air radiator. Tapi jarak penggantian dan perawatan berkala berbeda-beda menurut ketentuan setiap pabrikan.

Pengguna Nissan LEAF dianjurkan mengecek mobil setiap interval 10.000 km. Dimana Nissan menggratiskan biaya servis hingga 70.000 km. Sedangkan pengguna Hyundai Ioniq atau Hyundai Kona Electric bisa melakukan perawatan rutin setiap 15.000 km, dengan biaya servis digratiskan hingga 5 tahun atau 75.000 km.

>>> Harga Pertamax Turbo Naik! Segini Selisih Harganya dengan BBM Shell

Jangan lupakan infrastruktur

Dan yang terakhir adalah masalah yang mungkin dihadapi oleh pengguna mobil bertenaga baterai. Infrastruktur pengisian atau SPKLU masih belum banyak ditemui di Indonesia dibandingkan dengan SPBU untuk pengisian bensin maupun diesel. Ini tentunya akan menyulitkan pengemudi ketika berkendara jarak jauh, misalnya pada mudik Lebaran 2022 kali ini.

Praktis hanya kota-kota besar, sebagian besar di Jakarta dan beberapa kota di Jawa dan Bali yang memiliki SPKLU. Sedangkan sekadar pemakaian di kota besar, ini sudah cukup memadai. Apalagi pabrikan biasanya menyertakan stasiun pengisian rumahan ketika pengemudi membeli mobil ini untuk bisa mengisi daya sendiri di rumah. Namun patut diingat bahwa minimal daya listrik untuk pengecasan di rumah adalah 11 ribu watt.

>>> Pikir Ulang Pindah BBM Dari Pertamax Ke Pertalite, Ini Resikonya

Harga Pertamax naik bikin mobil listrik semakin untung?

Kenaikan harga Pertama memang membuat ongkos berkendara menjadi lebih banyak. Terlebih bagi mobil yang memiliki konsumsi BBM tak terlalu efisien, misalnya SUV. Sehingga memiliki mobil listrik bisa menjadi alternatif. Walaupun untuk biaya servis, mobil bertenaga baterai masih membutuhkan biaya untuk perawatan.

SPKLU mobil listrik yang ada di Indonesia
Kenaikan harga Pertamax bisa menjadi alasan naiknya popularitas mobil listrik

Meskipun begitu, salah satu keuntungan mobil listrik di Indonesia, khususnya di Jakarta adalah mobil ini terbebas dari peraturan ganjil genap. Sehingga Anda tidak perlu lagi mencari jalan alternatif untuk berkendara untuk menghindari jalanan dengan ganjil genap.

Secara garis besar, menggunakan mobil listrik untuk perjalanan perkotaan terasa menguntungkan. Tapi harga mobil listrik yang masih tinggi cukup memberatkan. Apalagi bagi Anda yang berkutat dengan perjalanan ke luar kota, menggunakan mobil bermesin konvensional masih menjadi pilihan terbaik.

>>> Dapatkan mobil bekas terbaik dengan harga termurah di sini

  • Share