Diam-Diam Tambah Ramai, Ini Kelebihan & Kekurangan Mobil China Bekas

  • Share

Chery, Wuling, dan DFSK menandai maraknya mobil China di Indonesia. Lalu bagaimana dengan mobil China bekas? Simak kelebihan & kekurangan membelinya di sini.

Dengan kedatangan Chery di pasar otomotif Tanah Air, maka bisa dipastikan geliat mobil China bekas akan semakin tinggi. Meski sebelumnya mendapatkan image buruk, mulai dari mudah rusak dan ringkih, ternyata mobil China banyak digemari setelah masuknya Wuling pada tahun 2017. Lalu, apa saja kelebihan dan kekurangan membeli mobil bekas asal Tirai Bambu tersebut.

Kelebihan mobil China bekas

Saat ini, mobil bekas Wuling dan DFSK bisa ditemukan dengan mudah di jalanan Tanah Air. Dan ditambah dengan Chery yang baru masuk pada awal tahun lalu, maka akan semakin banyak pilihan mobil China bekas. Berikut keuntungan yang bisa didapatkan bagi konsumen yang membeli mobil dari pabrikan China.

1. Harga jauh lebih terjangkau

Sama seperti merek China pada umumnya, pabrikan asal China juga tak ragu menghadirkan mobil dengan kualitas baik tapi dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan dengan mobil Jepang maupun Eropa. Bahkan beberapa mobil China yang ada di Indonesia ditawarkan dengan harga yang lebih murah.

Misalnya saja Wuling Cortez yang dipersiapkan sebagai penantang Toyota Kijang Innova. Harga mobil Wuling bekas keluaran tahun 2018 tersebut di Cintamobil.com dibanderol mulai dari Rp 156 jutaan. Bandingkan dengan harga Kijang Innova bekas tahun 2018 yang masih di atas Rp 300 jutaan.

mobil bekas China Wuling Cortez 2018
Wuling Cortez dibanderol setengah harga Kijang Innova

Sedangkan Chery yang pernah memasarkan mobilnya di Indonesia saat ini bahkan bisa didapatkan dengan harga yang sangat murah. Seperti Chery Tiggo keluaran tahun 2008 hanya dihargai Rp 60 jutaan, atau hatchback Chery QQ tahun 2010-2011 dibanderol Rp 30 jutaan.

Komitmen Wuling dan DFSK di pasar otomotif Tanah Air dengan membangun pabrik mereka sendiri di Indonesia juga berdampak pada banderol yang semakin terjangkau. Harga mobilnya yang terjangkau didukung dengan promo dan diskon yang ditawarkan. Tak heran jika mobil China bekas murah bisa dengan mudah ditemui di pasaran.

>>> Pilihan Mobil Merek China Model Terbaru di Bawah Rp 200 Juta

2. Tahun muda

Selain Chery, Wuling dan DFSK sama-sama masuk ke Indonesia pada akhir tahun 2017 silam. Penjualannya pun gencar dimulai sejak 2018. Sehingga mobil bekas asal China yang ada di pasar Tanah Air merupakan mobil yang belum lama digunakan. Bandingkan dengan mobil Jepang maupun Eropa yang sudah berpuluh-puluh tahun mengaspal di Indonesia.

mobil baru DFSK Glory i-Auto di Indonesia
Mobil baru DFSK dilengkapi dengan garansi 7 tahun

Hal ini juga berdampak pada garansi yang ditawarkan. Pasalnya sebagian besar pabrikan menawarkan garansi hingga lima tahun. Bahkan DFSK sendiri pada awal kemunculannya menghadirkan garansi selama tujuh tahun atau 150.000 kilometer. Jadi ketika membeli mobil di bawah lima tahun, Anda masih di-cover oleh garansi dari pabrikan.

3. Tawarkan teknologi yang lebih canggih

Pabrikan China tak segan-segan menawarkan teknologi canggih pada modelnya dengan harga yang rendah sebagai gimmick untuk menggaet konsumen Tanah Air. Misalnya saja Wuling Almaz sudah dilengkapi dengan voice command berbahasa Indonesia atau DFSK Glory yang mendapatkan fitur perintah suara meski dibanderol mulai dari Rp 200 jutaan.

fitur WIND yang ada pada mobil baru Wuling Almaz
Fitur WIND yang ada pada Wuling Almaz

Hal ini tentunya berbanding terbalik dengan pabrikan Jepang yang terkenal irit dalam memberikan fitur pada model yang ditawarkan. Bahkan beberapa waktu lalu, fitur sunroof baru ditemukan pada mobil di atas Rp 300 jutaan. Tapi sejak kedatangan Wuling dan DFSK, pabrikan Jepang mulai menghadirkan fitur canggih untuk mobil dengan harga terjangkau.

4. Rasa berkendara tak kalah

Jika banyak yang menyebutkan bahwa mobil China hanya menawarkan gimmick, besar kemungkinan mereka belum mencoba duduk di belakang kemudinya. Beberapa mobil China bekas yang ada di pasaran saat ini juga sudah banyak yang mendapatkan mesin turbo.

Hal ini terasa ketika tim Cintamobil.com mencoba uji jalan dari Wuling Cortez CT dan Wuling Confero S ACT pada pertengahan 2019 lalu. Tenaga besar melalui teknologi turbo yang disematkan, dipadukan dengan transmisi baru guna membuat pengendaraan semakin mulus.

>>> Ini Yang Membuat Mobil China Layak Dipertimbangkan Saat Anda Pengin Mobil Baru

Kekurangan mobil China bekas

Disamping berbagai keunggulan yang ditawarkan, sayangnya masih banyak hal yang perlu dibenahi oleh pabrikan China untuk menggaet lebih banyak konsumen Tanah Air, khususnya di pasar mobil bekas. Berikut beberapa kekurangan yang kami temukan.

1. Kualitas material

Banyak pengguna yang mengeluhkan kualitas material yang disebut murahan. Mengingat sebagian mobil China tetap mengandalkan material plastik pada interiornya. Tapi dengan harga yang ditawarkan, kualitas material tentunya disesuaikan. Tentunya tak bisa mendapatkan mobil murah dengan kualitas premium, bukan?

2. Masalah performa

Masih banyak berseliweran di media otomotif dan sosial media yang mengungkapkan bahwa mobil asal China yang tak kuat mendaki jalanan menanjak. Walaupun memang perawatan berkala sangat mempengaruhi kualitas dan performa kendaraan. Meski tidak semua mobil China memiliki performa yang buruk, tapi hal ini juga berdampak pada popularitas mobil asal China.

>>> Cintamobil TV: Tes Nanjak Mesin Baru Wuling Confero S 2021

3. Harga bekas turun drastis

Harga bekas yang jadi lebih terjangkau bak pisau bermata dua. Di satu sisi menguntungkan bagi orang yang ingin membeli mobil bekasnya, tapi di sisi lain menjadi pertimbangan bagi konsumen yang ingin membeli mobil barunya. Tak jarang harga mobil Wuling bekas dan DFSK bekas terdepresiasi cukup jauh.

mobil bekas DFSK Glory 580 di Indonesia
Harganya memang tak lebih stabil dari mobil Jepang atau Korea

Tak bisa dipungkiri masalah mengenai harga jual kembali mobil bekas masih menjadi hal yang diperhitungkan oleh konsumen Indonesia sebelum membeli mobil. Banyak yang masih mempertimbangkan mobil dengan harga jual yang stabil agar ketika dijual kembali, harganya tidak turun begitu jauh.

4. Jaringan dealer belum luas

Satu hal yang mungkin sangat berpengaruh pada harga mobil China bekas adalah jaringan dealer yang masih terbatas di kota-kota besar di Indonesia. Contohnya saja Wuling dengan total 129 jaringan per Maret 2022. Sedangkan berdasarkan laman resminya, DFSK baru memiliki 99 dealer di Indonesia. Bandingkan dengan Toyota yang memiliki 324 dealer per 2018 silam.

Kesimpulan

Di balik segala kelebihan dan kekurangannya, mobil China bekas bisa menjadi alternatif yang bisa dipilih untuk pengendaraan perkotaan yang dinamis. Tapi tentu saja, pastikan untuk memperhatikan kondisi mobil dan mesin sebelum membeli, agar tidak tertipu dan menyesal di kemudian hari.

>>> Dapatkan mobil bekas terbaik dengan harga termurah di sini

  • Share