Motor MotoGP Punya 11 Tombol di Setang, buat Apa Saja?

  • Share
Jakarta

Motor MotoGP zaman sekarang semakin canggih. Dengan berbagai perangkat elektronik, motor MotoGP kini bisa melesat semakin cepat. Tahukah kamu? Ternyata untuk mengoperasikan perangkat elektronik ada 11 tombol di kokpit motor MotoGP!

Dikutip Speedweek, Direktur Motorsport KTM Pit Beirer mengungkapkan, motor MotoGP saat ini memiliki lebih dari 10 tombol yang terpasang di setang. Totalnya, ada 11 tombol yang harus dioperasikan pebalap MotoGP.

“Sementara itu, teknisi senior MotoGP membandingkan pebalap kami dengan pebalap Formula 1. Dalam hal kemampuan, saya setuju dengan Anda. Berbeda dengan para pebalap mobil, para pebalap MotoGP menggantung di sisi motor mereka di tikungan saat mereka harus mengoperasikan tombol-tombol ini. Dalam mobil balap Anda memiliki dinamika berkendara yang berbeda, Anda dapat beradaptasi dengan situasi ini secara berbeda. Dalam balap mobil, tubuh berada dalam posisi stabil,” ujar Beirer.

Dalam animasi kokpit motor MotoGP, tidak kurang ada 11 tombol di setang motor MotoGP. Berikut fungsi-fungsinya:

– Tombol 1, 8, 11 untuk perangkat pengatur ketinggian motor (holeshot device untuk start)
– Tombol 2 unttuk tuas rem
– Tombol 3-7 untuk strategi pemetaan mesin, traction control, engine brake, torque control dan wheelie control (bisa dioperasikan oleh pebalap sesuai keinginan)
– Tombol warna hitam: Launch Control
– Tombol biru: pit limiter
– Tombol merah: untuk mematikan mesin.

Sementara itu, Beirer menentang perangkat elektronik front ride height device seperti pada motor Ducati yang bisa menurunkan suspensi depan untuk mencegah wheelie. Perangkat itu akan dilarang mulai tahun 2023.

“Di Motor MotoGP, Anda miring dengan lutut dan siku (hampir menempel aspal) pada kecepatan lebih dari 200 km/jam,” ujar Beirer.

“Kita harus tetap fokus pada balap motor. Ini semua tentang akselerasi, pengereman dan akselerasi dan karakteristik mengemudi. Oleh karena itu, kami jelas menentang perangkat baru ini karena alasan keamanan. Kami akan mencari tahu sepanjang tahun apakah sistem itu benar-benar membantu dengan waktu putaran atau tidak. Kami di KTM pasti tidak ingin membangun sistem seperti itu di motor,” ujarnya.

Menurutnya, motor MotoGP saat ini semakin kencang. Bahkan disebutkan, kecepatan motor MotoGP melebihi batas kemampuan rem.

“Kami sekarang memiliki surat dari pabrikan rem Brembo yang memberi tahu kami keepatan tertinggi MotoGP sekarang di atas batas rem. Kami memiliki kecepatan tertinggi 362 km/jam. Jadi, apa yang ingin kami capai dengan ‘Front ‘Ride Height Device’? Kami menggunakannya untuk melaju sedikit lebih rendah di bagian depan sehingga kami dapat berakselerasi lebih baik dan menambah kecepatan tertinggi. Tapi kami sudah terlalu cepat dengan kecepatan tinggi. Zona tabrakan tidak dirancang untuk 362 km/jam, mereka berada di batas. Itu sebabnya kami tidak ingin lebih cepat dengan kecepatan tertinggi,” sebut Beirer.

Simak Video “Menhub Prediksi Malam Ini Puncak Lonjakan Arus Balik Penonton MotoGP
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)

  • Share