Teknologi Euro 4, Ada Kenaikan Harga Canter dan Fighter X – Berita Otomotif

  • Share

JAKARTA — PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) selaku agen pemegang merek Mitsubishi Fuso di Indonesia telah meluncurkan dua truk yang sudah menerapkan standar Euro4; Canter dengan mesin berkode 4V21 dan Fighter X berkode mesin 6M60 pekan kemarin.

Direktur Sales dan Marketing KTB Duljatmono mengatakan ada kenaikan harga karena kedua truk tersebut telah di-upgrade ke mesin Euro4 sesuai arahan pemerintah.  

“Kenaikannya jika dibandingkan sebelumnya, kalau kelas Canter 3,5—4%, sedangkan kelas Fighter X 7—8%. Karena tipenya banyak, harganya disesuaikan masing-masing,” ucapnya dalam acara konferensi pers dan media test drive, Jumat (25/3/3022) lalu.

Total, KTB meluncurkan sebanyak 29 model baru, terdiri dari 15 model Canter dan 14 model Fighter X.

Produk Euro 2 Masih Tersedia

Meski begitu, Dul menjelaskan, ketersediaan produk-produk untuk mesin Euro 2 masih ada di pasaran. Produksinya pun masih berjalan hingga Maret ini dan produksi tersebut untuk kebutuhan 1—2 bulan ke depan. 

“Sekarang kita prediksi untuk demand-nya (Euro4). Kita sudah jualan April ini dan sudah mix, ada Euro2 dan Euro4. Secara keseluruhan kita menyesuaikan dengan demand April-Mei, trennya bagaimana, jualannya sudah mix,” paparnya.

Namun, dari pelanggan yang masih menggunakan Euro 2, dikatakan Dul, hingga saat ini belum ada permintaan untuk upgrade mesinnya ke Euro4. Karena untuk upgrade teknologi tersebut, dibutuhkan koordinasi tim teknis dan persiapan yang panjang.

“Karena engine-nya common rail dari sebelumnya konvensional, maka teknologinya sudah ganti. Mungkin agak susah (upgrade) karena memang berbeda engine dan supporting engine-nya,” ujar Dul.

Untuk truk dengan mesin Euro 2 hingga unit yang sudah 10 tahun lalu, Dul menjamin ketersediaan suku cadangnya masih ada. Berbarengan dengan itu, mulai April ini spare part Euro 4 juga mulai didistribusikan.

“Garansi Euro 4 itu 2 tahun atau 50 ribu km. Nanti akan dilihat situasinya seperti apa, karena bahan bakar berbeda, yang penting dalam tangki sudah ditulis bahan bakar rekomendasinya CN 51 dengan sulfur 50 PPM, kalau bandel dan rusak kita akan lihat di lapangan, perawatan, investigasinya harus detail,” papar Dul. [Tih/Dms]

  • Share