Beragam Pujian Media Asing Bahas Pawang Hujan MotoGP Mandalika

  • Share

Di tengah perdebatan mengenai Raden Roro Istiati Wulandari jadi pawang hujan MotoGP Mandalika oleh netizen Indonesia, media asing malah beramai-ramai memujinya.

Satu hal yang mungkin berbeda dalam kembalinya MotoGP di Indonesia selain jumlah lap yang dikurangi dan cedera Marc Marquez adalah kehadiran Raden Roro Istiati Wulandari yang meramaikan wacana mengenai pawang hujan MotoGP Mandalika dan diberitakan oleh berbagai media asing.

Dipuji media asing hingga akun resmi MotoGP

Gelaran MotoGP Mandalika yang sempat diguyur oleh hujan deras dan petir menyambar sirkuit menyisakan pemandangan baru di dunia MotoGP. Adalah Raden Roro Istiati Wulandari yang akrab dipanggil Mbak Rara mendapatkan atensi lebih oleh media asing.

Salah satunya terlihat pada akun Twitter resmi MotoGP yang menunjukkan video Mbak Rara sedang memegang sebuah wajan berwarna emas. Dalam unggahan di akun @MotoGP tersebut, mereka hanya menyertakan dua kata, “The Master”.

mbak Rara pawang hujan di MotoGP Mandalika
Media asing banyak membahas tentang Mbak Rara

>>> Jurnalis MotoGP Ungkap Berbagai Masalah Seputar MotoGP Mandalika

Media lainnya yang membahas tentang pawang hujan MotoGP Mandalika adalah media berbahasa Jerman, Speedweek. Dalam artikel yang ditulis oleh Günther Wiesinger menjelaskan tentang “Rain Handler” yang mampu membuat kondisi trek menjadi lebih baik setelah hujan deras yang melanda sirkuit Mandalika.

“Dalam waktu yang sangat singkat, rain reprietor atau “rain handler” ditempatkan di start/finish, seorang pawang hujan wanita yang seharusnya mengusir badai ketika petir, guntur dan hujan monsun turun di atas trek GP sepanjang 4,3 km,” jelas Günther.

mbak Rara sebagai pawang hujan MotoGP Mandalika
Mbak Rara yang sedang ‘beraksi’ sebagai pawang hujan MotoGP Mandalika

Selanjutnya ada media Spanyol, Mundo Deportivo yang membahas keterlambatan gelaran MotoGP diakibatkan oleh badai dan hujan yang melanda trek. Dalam unggahan akun Twitter DAZN Espana, mereka menyoroti pawang hujan yang terlibat sebelum pertandingan.

“Ritual anti hujan. Tujuan: isi mangkuk dengan air sehingga hujan berhenti jatuh di sirkuit. Orang Indonesia sedang bekerja dengan cara lain😁,” isi unggahan tersebut.

>>> Dapat Tiket MotoGP Mandalika, Ini Sederet Gelar Balap Tjetjep Hariyana

Memunculkan perdebatan oleh netizen Indonesia

Di tengah wacana positif yang banyak disampaikan oleh media luar, namun opini berbeda menjadi perdebatan dan kontroversi di Indonesia. Khususnya di ranah Twitter, dimana banyak yang menyebutkan pawang hujan bagaikan sudah ketinggalan zaman di era modern.

petir dan hujan deras di gelaran MotoGP Mandalika
Hujan deras hingga petir yang menghiasi balapan MotoGP Mandalika

Pernyataan tersebut langsung dibantah oleh berbagai akun yang menghubungkan orang-orang yang tidak percaya dengan pawang hujan, tapi masih percaya dengan zodiak.

“Orang bule ketawa. Orang Indonesia sok edgy pro barat — open minded — tech oriented silit ngarit, malu kalo lokal pake pawang hujan. Hidup dimana dah sampe gatau kek beginian ya emang tradisi sama kultur kita. Heran, malu pake pawang tapi zodiak dipercaya, pas nikah juga masih ngitung hari baik,” ungkap akun @snogthenbite.

Di balik itu, gelaran MotoGP di Mandalika terbilang sukses meski dilanda keterlambatan dan pengurangan lap dari 27 menjadi 20 dikarenakan suhu aspal sirkuit Mandalika yang terlalu panas. Formula 1 kapan ke Indonesia nih?

>>> Dapatkan harga mobil baru dan promo menarik lainnya di sini

  • Share