Momentum untuk Bangkit dari Pandemi Covid-19

  • Share

SEJAK 2020 pandemi covid-19 telah meruntuhkan segala sektor, termasuk sektor kesehatan. Perjuangan melawan virus covid-19 pun masih terus berlangsung hingga saat ini.

Untuk itu, Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang jatuh setiap 12 November diharapkan dapat menjadi momentum penyemangat bagi masyarakat, khususnya pegiat sektor kesehatan, untuk terus bangkit dari kondisi pandemi. Hal ini sejalan dengan tema HKN 2021 yakni Sehat negeriku, tumbuh Indonesiaku.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menjelaskan, pemilihan tema tersebut seiring dengan bangkitnya semangat dan optimisme seluruh komponen masyarakat Indonesia untuk bahu-membahu menyelesaikan pandemi. Hal ini juga diiringi angka kasus covid-19 di Indonesia yang semakin melandai.

“Jadi peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-57 di tahun ini dapat kita jadikan sebagai momentum untuk kembali mengedukasi dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan, memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berkontribusi pada penanganan covid-19, mendorong penguatan fasilitas kesehatan, sehingga seluruh komponen masyarakat dapat kembali produktif,” ujar Dante dalam program Selamat Pagi Indonesia yang ta­yang di Metro TV, Rabu (10/11).

Wamenkes menjelaskan bahwa perkembangan pandemi covid-19 di Indonesia saat ini cukup terkendali. Menurutnya, saat ini Indonesia berada pada situasi pandemi di level 1 dan 2, dengan transmisi komunitas tingkat 1, kapasitas respons sedang.

Dante menyebut bahwa secara nasional rata-rata penambahan kasus di Indonesia kurang dari 20 orang per 100 ribu penduduk per minggu. “(Pasien) rawat inap di rumah sakit dan (kasus) kematian semakin menurun, positivity rate-nya cuma 0,39 per minggu, rasio kontak eratnya rendah, BOR (tingkat keterisian tempat tidur RS) per minggunya juga rendah,” paparnya.

“Situasi ini menunjukkan tingkat penularan covid-19 berada pada tingkat terendah dalam perjalanan pandemi selama ini,” imbuhnya.

Wamenkes mengatakan bahwa kasus covid-19 di Tanah Air yang saat ini melandai merupakan hasil kerja keras semua pihak. “Terutama tenaga kesehatan yang bekerja keras saat kasus covid-19 meningkat. Mereka bekerja keras untuk mencapai target vaksinasi juga,” ungkapnya.

Selain itu, lanjutnya, adalah partisipasi masyarakat untuk melaksanakan protokol kesehatan yang ketat dan mengikuti program vaksinasi. Namun, Dante mengingatkan bahwa peningkatan kewaspadaan terhadap covid-19, sejalan dengan dilakukan tracing terhadap semua orang bergejala dan kontak eratnya, harus tetap dilanjutkan. Antara lain dengan penelusuran kunci mencegah penularan yang berkelanjutan.

Selain itu, peningkatan cakupan vaksinasi untuk menjaga protokol kesehatan di masyarakat juga perlu dievaluasi dan ditingkatkan. Menurut Dante, berdasarkan data vaksinasi covid-19 per 11 November 2021 pukul 18.00 WIB, perkembangan program vaksinasi telah mencapai lebih dari 210 juta dosis suntikan. Dengan rincian 128,69 juta untuk dosis pertama dan 83,12 juta untuk dosis kedua. Sementara penerima vaksinasi dosis ketiga booster kumulatif untuk tenaga kesehatan kira-kira 1,9 juta.

Dante menyebut target jumlah dosis yang akan di­suntikkan sebanyak 208 juta, meliputi tenaga kesehatan, penduduk usia lanjut, petugas publik, masyarakat rentan, dan masyarakat umum, ­remaja usia 12-17 tahun.

Dalam mengupayakan testing, tracing dan treatment, pemerintah juga sudah menyediakan aplikasi Peduli­lindungi untuk memantau mobilisasi masyarakat. Dante mengatakan bahwa aplikasi ini merupakan platform yang cukup efektif untuk bisa membuat masyarakat melakukan self-assesment saat bepergian.

“Dengan integrasi berbagai fitur dengan berbagai macam aplikasi di tengah masyarakat, misalnya masuk ke mal harus pakai Pedulilindungi. Ini juga memudahkan masyarakat untuk mengakses berbagai informasi penting kesehatan, mulai dari sertifikat vaksin, hasil lab covid-19, pengisian E-hac, dan terkait status daerah yang dituju,” jelasnya.

Di sisi lain, pemerintah juga bersiap mengantisipasi gelombang ketiga yang dikhawatirkan terjadi pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) mendatang. Menurut Wamenkes, situasi pandemi di Indonesia saat ini memang terkesan melandai, tetapi situasi ini juga berhubungan dengan situasi yang ada di luar Indonesia.

Karena itu, katanya, salah satu antisipasi gelombang ketiga ini adalah melakukan tracing dan penjagaan di pintu masuk ke Indonesia. Selain itu adalah melakukan genome sequencing atau pengurutan genom untuk melihat varian-varian virus baru.

“Walaupun kita sudah tervaksinasi, sudah melakukan berbagai hal penting, yang tidak bisa kita kendali­kan adalah apabila muncul ­varian-varian baru dari virus tersebut. Karena itu, protokol kesehatan harus tetap dilakukan menjelang Natal dan Tahun Baru,” tutur Dante.

“Dan pemerintah sudah mengeluarkan rekomendasi untuk tidak melakukan liburan berlebihan pada saat Natal dan tahun baru sehingga kejadian seperti tahun lalu, di mana beberapa minggu setelah liburan panjang, kasusnya meningkat. Jadi gelombang ketiga apakah terjadi atau tidak, tergantung peran serta masyarakat secara keseluruhan,” tambahnya.

Untuk mengantisipasi munculnya varian baru, kata Wamenkes, Indonesia mempunyai 17 laboratorium genome sequencing yang tersebar berbagai daerah. Laboratorium ini digunakan untuk mengevaluasi dan mengidentifikasi adanya varian baru.

“Misalnya seperti varian AY.4.2, saat ini di Indonesia memang belum ditemukan kasusnya, tapi sudah ditemukan di beberapa negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Filipina, sehingga kita harus tetap waspada,” jelasnya.

Kesadaran masyarakat

Pada momentum HKN 2021, Wamenkes menyebut pandemi mengajarkan bahwa sektor kesehatan menjadi sektor yang penting karena bisa berimbas pada berbagai sektor lain. Di antaranya sektor sosial, ekonomi, hingga pendidikan.

Untuk itu, tujuan pe­ringatan HKN tahun ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia betapa pentingnya menjaga kesehatan. Dalam hal ini, stakeholder di bidang kesehatan dan semua lapisan masyarakat diharapkan dapat bersinergi untuk menyukseskan seluruh program kesehatan, terutama terkait pandemi.

“Semangat kebersamaan dalam HKN tersebut membuat masyarakat kita semakin kuat, semakin sehat, dan selalu bisa mempertahankan situasi pandemi ini dalam tingkat yang rendah,” harapnya.

Di sisi lain, berbagai kegiatan diadakan dalam memperingati HKN 2021. Antara lain mengenang para pahlawan kesehatan yang telah berjuang melawan covid-19, meliputi kegiatan meng­heningkan cipta dan doa bersama.

Kegiatan lain ialah memberikan bantuan sarana pendukung untuk pencegahan covid-19, terutama pembagian masker, hand sanitizer, dan disinfektan. Selain itu ada sosialisasi dan edukasi tentang pelaksanaan protokol kesehatan, serta vaksinasi massal.

 Selanjutnya ada seminar kesehatan, seminar ­ilmiah, lomba dan olahraga, publikasi dan penghargaan. Adapun acara puncak HKN 2021 dilakukan pada 12 dan 13 November yang akan di­selenggarakan di Bogor, Jawa Barat. Pada acara tersebut, ada pemberian penghargaan kepada nakes teladan di pus­kesmas dan rumah sakit, SDM penunjang, serta nakes yang gugur dalam penanganan pandemi covid-19.

Di HKN kali ini, Wamenkes berpesan agar masyarakat tetap waspada meskipun angka kasus covid-19 tengah melandai. “Virus ini masih ada dan masih belum ditemukan pengobatannya. Sambil menunggu, kita harus tetap menjaga protokol kesehatan yang baik, serta melakukan kegiatan vaksinasi. Jangan memilih-milih vaksin karena vaksin yang ada sama ampuhnya,” pungkasnya. (Ifa/S2-25)


  • Share