Pemerintah Berdayakan UKM dalam Konversi Motor BBM ke Listrik – Berita Otomotif

  • Share

JAKARTA – Pemerintah tengah mengakselerasi strategi dalam menuju Net Zero Emission pada 2060 atau lebih cepat. Salah satunya dengan mengoptimalkan program konversi motor Bahan Bakar Minyak (BBM) ke listrik yang ditargetkan sebanyak 1.000 unit pada 2022.

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KemenKopUKM) bersama dengan Kementerian ESDM menandatangani nota kesepemahaman (MoU) dalam akselerasi pengembangan dan pemberdayaan pelaku UKM untuk adaptasi dan transformasi kendaraan listrik.

Kementerian ESDM sendiri akan memfasilitasi masyarakat yang ingin mengubah mesin kendaraan motor konvensional mereka menjadi motor listrik. 

Apalagi Badan Penelitian dan Balitbang Kementerian ESDM saat ini sudah memiliki blueprint soal konversi motor berbahan bakar fosil menjadi motor listrik. 

Penandatanganan MoU Kemenkop UKM (Foto: Kementerian ESDM)

“Kalau tertarik bisa saya fasilitasi bagaimana mengonversi motor fosil ke listrik, kebetulan di Balitbang (ESDM) punya blueprint,” kata Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Dadan Kusdiana dalam keterangan resminya, Rabu (9/2/2022).

Untuk membangun ekosistem konversi motor listrik, menurut Dadan, terdapat dua hal yang menjadi sorotan pemerintah. 

“Kita ingin membangun bengkel dan industri kompenen. Dua yang menurut saya bisa menjadi salah satu startup energi,” ucap Dadan.

Bila program ini dijalankan dengan baik akan menekan emisi dan biaya energi. 

“Saya sudah hitung kira-kira biaya energinya itu hanya sepersepuluh dari biaya sekarang. Misalnya kita mengeluarkan uang untuk beli BBM Rp10 ribu, nanti bisa Rp1.000 saja,” ujarnya.

Dadan menyebutkan, masyarakat bisa merogoh kocek Rp10 juta per unit untuk mengonversi motor fosil menjadi motor listrik. 

Libatkan UKM

Peran pelaku UKM sangat strategis, di mana pelaku UKM diharapkan dapat menjadi penyedia komponen untuk konversi motor listrik, serta melakukan konversi dari bengkel dan workshop.

Tak tanggung-tanggung, pada 2025 pihaknya menargetkan 13 juta unit motor listrik hasil konversi. Hal ini pun akan menciptakan market value untuk pelaku UKM mencapai Rp50 triliun. 

E-va, motor listrik hasil modifikasi motor bensin (Foto: Kementerian Perindustrian)

“Target kami konversi motor ini yang nilai bukunya sudah nol kita ganti ke motor listrik. Potensinya ini bisa menghemat Rp319 triliun dan penurunan 65 juta ton CO2,” pungkas Dadan.

KemenKopUKM dan Kementerian ESDM pun optimis, industri kendaraan listrik dapat terus bertumbuh dengan kolaborasi pelaku UKM, pemerintah, BUMN dan swasta. 

Langkah ini juga sebagai tindak lanjut Peraturan Presiden nomor 55 tahun 2019, tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik. [Tih/Ses]

  • Share