Wuih! Target Kredit UMKM Rp 1.800T, BRI Bisa Garap Nih

  • Share

Jakarta, OtoMobile.id – Pemerintah bakal menggenjot penyaluran kredit untuk sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM). Ini bakal menjadi potensi yang besar bagi PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto menyebut, pemerintah menargetkan sebesar 30% penyaluran kredit disalurkan ke segmen UMKM pada 2024. “Ini angkanya diperkirakan sekitar Rp 1.800 triliun,” ujarnya, Kamis (10/2/2022).

“Dukungan sektor mikro terus kami dorong dan tentu kami melihat BRI adalah salah satu yang memberikan kredit besar kepada sektor UMKM,” lanjut Airlangga.

Informasi saja, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencatat peningkatan total portofolio penyaluran kredit sepanjang 2021. Total kredit dan pembiayaan BRI secara konsolidasi menembus Rp 1.042,87 triliun atau tumbuh 7,16% year-on-year (yoy).
Secara rinci, segmen mikro termasuk UMi masih mendominasi penyaluran kredit, yakni Rp 483,89 triliun atau tumbuh 12,98% yoy. Kemudian, disusul segmen kecil dan menengah Rp 240,35 triliun atau tumbuh 3,55% yoy.

Selanjutnya, segmen korporasi sebesar Rp 168,27 triliun atau tumbuh 2,37% yoy dan segmen konsumer sebesar Rp150,35 triliun atau tumbuh 3,97% yoy.

Direktur Utama BRI Sunarso pada kesempatan sebelumnya mengungkapkan, porsi kredit UMKM BRI mengalami peningkatan ke level 83,86% atau setara Rp 874,60 triliun. Dia memproyeksikan, porsi pembiayaan BRI di segmen UMKM pada 2024 bisa mencapai 85% dari total portofolio kredit BRI.

“Kami ingin fokus di UMKM, jadi ini suatu angka yang sangat membanggakan. Kemampuan menyalurkan kredit BRI yang baik tersebut juga didukung oleh ketersediaan likuiditas yang sangat memadai dan permodalan yang sangat kuat. Loan to deposit ratio (LDR) BRI secara konsolidasi mencapai 83,53% dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) mencapai 27,25%,” kata Sunarso dalam keterangan tertulis, Senin (7/2/2022).

Hal ini, menunjukkan bahwa BRI memiliki likuiditas dan kecukupan modal yang cukup untuk tumbuh secara jangka panjang. Dengan berfokus kepada segmen UMKM dan UMi, BRI dapat membantu pemulihan ekonomi ke depan. Komitmen tersebut dipertegas oleh BRI lewat pembentukan Holding UMi melalui aksi korporasi rights issue senilai Rp 95,92 triliun.

Airlangga menambahkan, penyaluran kredit UMKM saat ini ada di kisaran Rp 1.200 triliun. Dari nilai ini, sebesar Rp 373 triliun merupakan porsi untuk KUR.

“Sehingga, tentu masih ada delta yang cukup besar. Diharapkan, delta ini bisa diisi dengan pemberdayaan UMKM,” terang Airlangga.

[Gambas:Video CNBC]

(dhf/dhf)



  • Share