BEI Beri Sanksi 31 Emiten yang Belum Setor Lapkeu Q3-2021

  • Share

Jakarta, OtoMobile.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan ada sebanyak 31 emiten yang belum menyampaikan laporan keuangan interim yang berakhir pada 30 September 2021.

Dalam pengumuman yang disampaikan otoritas bursa, dari total 880 perusahaan tercatat, sebanyak 729 wajib menyampaikan laporan keuangan sampai dengan kuartal ketiga 2021.

Dari jumlah itu, 698 perusahaan telah menyampaikan laporan keuangan tepat waktu, 144 efek dan perusahaan tidak wajib menyampaikan laporan keuangan per 30 September 2021.

Lalu, 1 emiten berbeda tahun buku, yakni Januari untuk laporan keuangan interim per 31 Oktober 2021, 3 emiten berbeda tahun buku, yakni per Maret untuk laporan keuangan interim per 30 Juni.

Sedangkan, 3 perusahaan tercatat berbeda tahun buku, yaitu Juni untuk laporan keuangan tahunan yang diaudit.

Sementara itu, terdapat 31 emiten yang belum menyampaikan laporan keuangan interim. Karenanya, BEI mengenakan peringatan tertulis ketiga dan denda Rp 150 juta.

Seperti diketahui denda tersebut dikenakan terhadap emiten sesuai dengan Ketentuan II.6.3. Peraturan Bursa No. I-H tentang Sanksi, Bursa memberikan Peringatan tertulis III dan tambahan denda sebesar Rp 150.000.000,00 apabila mulai hari kalender ke-61 hingga hari kalender ke-90 sejak lampaunya batas waktu penyampaian Laporan Keuangan.

“Perusahaan tercatat tetap tidak memenuhi kewajiban penyampaian laporan keuangan atau menyampaikan laporan keuangan namun tidak memenuhi kewajiban untuk membayar denda sebagaimana dimaksud,” tulis pengumuman BEI.

Berikut ini daftar lengkap 31 emiten tersebut:

1. PT Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI)
2. PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL)
3. PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA)
4. PT Cowell Development Tbk (COWL)
5. PT Jaya Bersama Indo Tbk (DUCK)
6. PT Envy Technologies Indonesia Tbk (ENVY)
7. PT Forza Land Indonesia Tbk (FORZ)
8. PT Golden Plantation Tbk (GOLL)
9. PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO)
10. PT Hotel Mandarine Regency Tbk (HOME)
11. PT Steadfast Marine Tbk (KPAL)
12. PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk (KBRI)
13. PT Grand Kartech Tbk (KRAH)
14. PT Marga Abhinaya Abadi Tbk (MABA)
15. PT Mas Murni Indonesia Tbk (MAMI)
16. PT Intermedia Capital Tbk (MDIA)
17. PT Mitra Pemuda Tbk (MTRA)
18. PT Hanson International Tbk (MYRX)
19. PT Nipress Tbk (NIPS)
20. PT Sinergi Megah Internusa Tbk (NUSA)
21. PT Polaris Investama Tbk (PLAS)
22. PT Rimo International Lestari Tbk (RIMO)
23. PT Siwani Makmur Tbk (SIMA)
24. PT Northcliff Citranusa Indonesia Tbk (SKYB)
25. PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL)
26. PT Sugih Energy Tbk (SUGI)
27. PT Tridomain Performance Materials Tbk (TDPM)
28. PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM)
29. PT Triwira Insanlestari Tbk (TRIL)
30. PT Nusantara Inti Corpora Tbk (UNIT)
31. PT Visi Media Asia Tbk(VIVA).

[Gambas:Video CNBC]

(sys/vap)



  • Share