KSAD Jenderal Dudung Bantah Jauhi Islam, Ungkap Dirinya Tak Pernah Lewatkan Salat 5 Waktu dan Puasa

  • Share

OtoMobile.id
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman baru-baru ini menuai banyak sorotan. Di sosial media, bahkan beredar tuduhan yang menyebut Dudung menjauhi Islam.

Kekinian, Dudung memberikan bantahan atas tuduhan tersebut. Ia menyinggung kebiasaannya yang kerap memberi kultum kala berkunjung ke masjid.

“Saya kalau kunjungan-kunjungan pasti saya memberikan kultum di masjid-masjid,” ungkap Dudung. “Saya ini dulunya pernah santri. Jadi kalau ada orang mengatakan saya memusuhi Islam itu enggak benar, salah.”

Menurut Dudung, dirinya tidak pernah melewatkan ibadah seperti salat lima waktu dan puasa. Oleh sebab itu Dudung menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menjauhi Islam.

“Saya santri saya tidak pernah lewat lima waktunya, tidak pernah lewat puasanya. Jadi kalau saya mengatakan menjauhi Islam itu salah,” paparnya.

Lebih lanjut, Dudung mengungkapkan bahwa kala memberikan kultum di hadapan prajurit, dirinya sempat menyampaikan bahwa mempelajari agama jangan terlalu mendalam apabila tidak ada gurunya seperti kiai atau ustaz. “Tapi kalimat itu dipotong, makanya kalau saya sampaikan benar sekalipun itu tetap akan jadi persoalan,” tuturnya.

Selain soal isu menjauhi Islam, Dudung juga memberikan penjelasan soal pernyataannya “Tuhan kita bukan orang Arab”. Menurut Dudung, Tuhan mengerti bahasa apapun yang diucapkan oleh umat-Nya.

“Sama kaya waktu di Deddy Corbuzier, saya sampaikan saya berdoa pakai bahasa Indonesia. Teman-teman juga misalkan berdoa seperti ini ‘ya Tuhan anak saya hari ini ujian semester. Mohon diberikan ketenangan, semoga bisa menyelesaikan persoalan itu dengan baik dan nilainya bagus’ bahasa Arabnya apa? Kan kita enggak tahu,” terangnya.

Dudung mengaku dirinya sempat mendapat serangan usai membuat pernyataan “Tuhan kita bukan orang Arab”. Namun ia juga mengaku siap menghadapi hal tersebut.

Di sisi lain, Dudung dilaporkan ke Pusat Polisi Militer TNI Angkatan Darat atas pernyataan “Pusat Polisi Militer TNI Angkatan Darat”. Namun ia menanggapi laporan tersebut dengan santai dan mengaku sudah menyampaikan pesan kepada Komandan Puspomad terkait laporan tersebut.

(wk/Bert)

  • Share