Rencana Nvidia Akuisisi Arm Rp 1.151 Triliun Batal, Ada Apa?

  • Share

Jakarta, OtoMobile.id – SoftBank Group membatalkan penjualan Arm Ltd ke pembuat chip Nvidia, karena adanya hambatan peraturan.

Batalnya penjualan ini juga ikut membuat batalnya rekor kesepakatan terbesar sepanjang sejarah di industri yang ditaksir senilai USD 80 miliar atau sekitar Rp 1.151 triliun.

Arm malah menunjuk CEO baru pada yang katanya akan membantu perusahaan Inggris mencari daftar publik sebelum Maret 2023.

Melansir laman Reuters, Selasa (8/2/2022), kesepakatan tunai dan saham ini pertama kali diumumkan pada 2020. Namun kemudian Komisi Perdagangan Federal AS menggugat untuk memblokirnya pada bulan Desember, dengan alasan bahwa persaingan di pasar yang baru lahir untuk chip di mobil self-driving dan kategori baru chip jaringan dapat dirugikan jika Nvidia melakukan pembelian.

Pembelian tersebut juga menghadapi pengawasan di Inggris dan Uni Eropa, di tengah kekhawatiran bahwa tindakan tersebut dapat mendorong harga dan mengurangi pilihan dan inovasi.

Proses akusisi ini juga belum mendapat restu di China, yang sebelumnya telah menahan persetujuan akuisisi chip lintas batas.

Arm mengatakan dalam pernyataan terpisah bahwa mereka telah menunjuk Rene Haas untuk menggantikan Simon Segars sebagai CEO dan anggota dewan. Seorang veteran industri chip, Haas bergabung dengan Arm pada 2013 dan sebelum itu ia pernah bekerja selama tujuh tahun di Nvidia.

“Kami sangat senang dengan kesempatan untuk menjadi perusahaan publik lagi,” kata Haas dalam sebuah wawancara dengan Reuters.

CEO yang baru dilantik itu menolak menyebutkan di mana perusahaan berencana untuk IPO.

SoftBank mengatakan bahwa penjualan bersih Arm melonjak 40 persen dalam sembilan bulan hingga Desember dari periode tahun lalu.

Akuisisi Arm akan menempatkan Nvidia ke dalam persaingan yang lebih ketat dengan pesaing di pasar chip pusat data seperti Intel dan Advanced Micro Devices Inc.

[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)



  • Share