Masih Menanti Kabar Inflasi, Wall Street Dibuka dalam Tekanan

  • Share

Jakarta, OtoMobile.id – Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka variatif pada pembukaan perdagangan Selasa (8/2/2022), di tengah antisipasi pasar akan kabar inflasi tinggi yang bakal diumumkan Kamis nanti.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 70 poin pukul 08:30 waktu setempat (21:30 WIB) dan selang 30 menit menjadi naik hanya 19,01 poin (+0,05%) ke 35.110,14. Namun, S&P 500 surut 15,84 poin (-0,35%) ke 4.468,03 dan Nasdaq turun 72,39 poin (-0,52%) ke 13.943,28.

Saham Harley-Davidson melambung 8% di pembukaan setelah melaporkan laba bersih yang mengejutkan. Sebaliknya, saham Pfizer anjlok 3,6% setelah melaporkan kinerja keuangan di bawah ekspektasi pasar.

Sebanyak 200 konstituen indeks S&P 500 telah merilis neraca keuangan, di mana 75% merilis pendapatan yang melebihi ekspektasi pasar dan sebanyak 77% di antaranya mencetak laba bersih jauh di atas prediksi, jika mengacu ke data FactSet.

Saham Peloton naik 2% setelah mengumumkan rencana pengurangan 2.800 pekerja sebagai bagian restrukturisasi menyusul pengunduran diri Direktur Utama John Foley. Peloton akan merilis kinerja keuangannya hari ini setelah perdagangan ditutup.

Sementara itu, saham Snap jatuh 4,7% setelah mengumumkan rencana menerbitkan surat utang baru di tengah tren kenaikan suku bunga acuan. Kemarin, Bank of America memproyeksikan bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) menaikkan suku bunga acuan hingga 7 kali tahun ini.

Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun melompat menjadi 1,96%, menjadi level tertinggi sejak November 2019. Padahal, pada akhir 2021, imbal hasil obligasi yang menjadi acuan pasar tersebut hanya di angka 1,51%.

“Bursa saham AS akan berjuang untuk pergerakan arahnya hingga rilis data inflasi terbaru sesuai dengan ekspektasi pasar di tengah keagresifan bank sentral AS mengetatkan moneternya,” tutur Edward Moya Senior Analis Pasar di Oanda, dikutip dari CNBC International.

Menurut Moya, saham emiten teknologi bukan lagi menjadi perdagangan satu arah di mana investor hanya mengurangi kerugian, tapi sekarang fokus mereka menjadi ke evaluasi, kompetisi, dan prediksi jangka panjang.

Pasar juga masih menunggu rilis data inflasi pada Kamis (10/2/2022) yang diproyeksikan akan menunjukkan kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 7,2% secara tahunan (yoy) yang akan menjadi nilai tertinggi sejak 40 tahun.

Di sisi lain, neraca perdagangan AS per Desember dilaporkan defisit hingga US$ 80,7 miliar, atau sedikit lebih baik dari ekspektasi ekonom dalam survei Dow Jones yang semula memperkirakan angka US$ 82,8 miliar.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)



  • Share