Polisi Disebut Tangkap 40 Orang di Desa Wadas, LBH Yogyakarta Sebut Ada Anak di bawah Umur

  • Share

OtoMobile.id
Pengepungan dan penangkapan puluhan warga di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, tengah menuai banyak sorotan. Kekinian, akun Instagram wadas_melawan mengungkapkan bahwa jumlah warga Wadas yang ditangkap oleh aparat pada Selasa (8/2) bertambah menjadi 40 orang.

Hari ini ada sekitar 40 orang yang di tangkap paksa oleh aparat dan sampai sore ini warga yang tertangkap terus bertambah, bahkan baru saja ada warga yang di tangkap paksa ketika keluar dari beribadah di masjid,” tulis akun tersebut, Selasa. “Kami butuh dukungan dan solidaritas dari kawan-kawan semua agar para pejuang lingkungan bisa selamat dan segera di bebaskan.

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta mengungkapkan bahwa beberapa orang yang ditangkap oleh aparat tersebut adalah anak-anak yang masih di bawah umur. “Iya (40 orang ditangkap dan beberapa di antaranya anak-anak), di lapangan terakhir seperti itu,” ujar Kepala Divisi Penelitian LBH Yogyakarta, Era Hareva Pasarua, kepada CNN Indonesia.

Era menilai pengepungan dan penangkapan warga tersebut adalah bentuk represi aparat kepolisian. Era menyebut warga Wadas hanya ingin mempertahankan tanahnya.

“Ini sebagai bentuk represi dari aparat terhadap warga negaranya, warga hanya mempertahankan lahan, tapi aparat memaksa masuk dan mengangkut paksa,” jelasnya.

Sebagai informasi, wilayah Wadas rencananya akan dijadikan lokasi proyek strategis nasional (PSN) Bendungan Bener. Namun warga setempat menolak proyek tersebut, salah satunya karena mengancam sumber penghidupan dan lingkungan mereka.

Aparat gabungan pun mendatangi Desa Wadas pada Selasa hari ini dengan agenda menjaga proses pengukuran lahan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN). Namun aparat dikabarkan mencopoti banner penolakan Bendungan Bener dan mengejar sejumlah warga sampai ke hutan.

(wk/Bert)

  • Share