Viral Pesawat Siluman AS Terbakar di Kapal Induk, di LCS?

  • Share

Jakarta, OtoMobile.id – Sebuah video yang viral di jagad maya menunjukkan momen detik-detik pesawat siluman Amerika Serikat (AS), F-35C yang terlibat kecelakaan pada akhir Januari lalu di atas dek kapal induk USS Carl Vinson. Kejadian itu sendiri terjadi di wilayah Laut China Selatan (LCS)

Dalam laporan CNN International, video itu menunjukkan pesawat menabrak dek kapal dan meledak menjadi sebuah bola api. Sesaat kemudian, pesawat yang terbakar itu terlihat seperti berputar dan masuk ke dalam laut.

“Itu benar-benar menakutkan,” kata mantan perwira Angkatan Udara Australia yang sekarang bernaung di Griffith Asia Institute, Peter Layton, pada Selasa, (8/2/2022).

Layton mencatat bahwa F-35C itu diduga memiliki masalah kontrol otomatis saat pendekatannya ke kapal induk. Ia menyebut pilot kehilangan kendali dan mengalami osilasi sehingga pendaratan dilakukan dengan tidak tepat.

“Ini adalah perangkat lunak yang sangat pintar yang menghubungkan kontrol penerbangan [flaps] dan throttle dan juga memberi pilot beberapa tampilan sehingga pilot dapat memantau sistem dan menyesuaikan,” tambah Layton. “Ini adalah sistem yang cukup baru yang keluar dari program F-35.”

Kecelakaan F-35C ini sendiri sebelumnya dilaporkan terjadi pada 24 Januari lalu. Dalam insiden ini, tujuh orang, termasuk seorang pilot, dilaporkan luka-luka. Hingga kini tim yang diterjunkan militer AS masih berupaya untuk mengambil serpihan pesawat itu yang jatuh ke dasar laut.

Meski begitu, Analis mengatakan menaikkan pesawat itu kemungkinan akan menjadi operasi yang kompleks dan operasi yang akan dipantau oleh China, yang mengklaim hampir semua LCS sebagai wilayahnya. F-35C ini diduga menyimpan beberapa teknologi Angkatan Laut yang paling canggih sehingga Washington ingin menjauhkannya dari tangan Beijing.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri China mengatakan pihaknya mengetahui bahwa pesawat tempur siluman Angkatan Laut AS telah jatuh di LCS. Namun, Beijing menegaskan tidak tertarik dengan pesawat itu.

“Kami menyarankan (AS) untuk berkontribusi lebih banyak pada perdamaian dan stabilitas regional, daripada mengerahkan kekuatan di setiap kesempatan di LCS,” uru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian.

[Gambas:Video CNBC]

(tps/tps)


  • Share