Kata Kemenperin Soal Penyelenggaraan IIMS 2022 – Berita Otomotif

  • Share

JAKARTA – Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2022 resmi diundur menjadi 31 Maret hingga 10 April 2022 dari rencana sebelumnya 17-27 Februari.

Langkah tersebut diambil setelah pemerintah menaikkan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayah DKI Jakarta dari level 2 menjadi level 3. 

Dyandra Promosindo selaku penyelenggara event menghormati keputusan pemerintah tersebut demi kesehatan dan keselamatan seluruh pihak. 

Meski begitu, IIMS Hybrid tetap mendapat dukungan penuh dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sebagai induk industri otomotif dalam negeri.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Taufiek Bawazier menyambut positif IIMS Hybrid 2022 sebagai faktor produktivitas yang akan memberikan dorongan untuk pertumbuhan industri otomotif Tanah Air.

“Jadi semakin banyak pameran, semakin banyak probabilitas industri dikenal masyarakat. Karena pameran adalah sarana yang memberikan edukasi ke publik, tentang bagaimana pencapaian industri otomotif yang ada di Indonesia,” ujar Taufiek dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (4/2/2022).

Taufiek melanjutkan, dengan kehadiran pameran otomotif bisa menjadi tanda pencapain industri, baik secara domestik dan internasional. Sehingga diharapkan masyarakat global mengetahui bahwa Indonesia memiliki industri otomotif yang maju.

“Seperti dulu kalau kita lihat TV dan sepeda mungkin barang mewah, tapi sekarang sudah kebutuhan. Begitu pula dengan mobil rakyat, kini sudah jadi sarana kehidupan sehari-hari dan untuk memenuhi kebutuhan kehidupannya” ucapnya.

Industri Otomotif Diterjang Pandemi

Di awal pandemi Covid-19, pasar otomotif terkena dampak yang cukup signifikan, industrinya pun merosot tajam hingga 50 persen.

Tak ingin terdampak lebih dalam, pemerintah menyusun strategi dan instrumen yang cocok untuk industri otomotif, yakni dengan menghadirkan kebijakan insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP).

Booth MG di IIMS 2021

“Di otomotif itu ada tiga variabel pajak, yaitu pajak PPnBM, pajak kendaraan (pajak daerah), dan PPN. Jadi begitu PPnBM diturunkan, secara ekonomi sebetulnya 1 persen PPnBM turun, namun volumenya meningkat 3 persen. Jadi otomatis yang namanya pajak daerah, dan PPN juga naik,” urainya.

Setelah insentif pajak diberlakukan, perkembangan penjualan mobil naik cukup tinggi. Di kuartal kedua 2021 tumbuh 45 persen dan kuartal ketiga tumbuh 27 persen. Angka tersebut terbesar dalam sejarah perotomotifan tanah air.

Memasuki 2022, pemerintah pun mulai selektif untuk aturan terkait PPnBM. Kini, hanya mobil di kelas Rp250 juta ke bawah yang diberikan diskon PPnBM, alasannya karena mobil tersebut mewakili 60 persen dari populasi industri otomotif.

“Di sinilah permainan fiskal memberikan peran yang cukup kuat terhadap tumbuhnya industri otomotif. Dengan demikian pameran otomotif IIMS Hybrid 2022 ini saya kira sangat mendukung proses pertumbuhan industri otomotif,” ujar Taufiek.

Kemenperin kata Taufiek, menyampaikan apresiasi kepada pameran IIMS Hybrid 2022. Semoga dengan keterbatasan Covid-19 tidak terlalu menjadi halangan. [Tih/Ses]

>>>>> Klik link ini untuk melihat harga mobil <<<<<

  • Share