Korea Utara Kerap Luncurkan Rudal, AS Serukan Pertemuan Darurat Dewan Keamanan PBB

  • Share

OtoMobile.id
Korea Utara (Korut) selama ini memang dikenal sebagai negara yang tengah mengembangkan senjata rudal. Bahkan di awal tahun 2022 ini, Korut juga telah meluncurkan beberapa rudal miliknya.

Melihat sikap Korut yang masih bersikeras untuk terus mengembangkan rudal dan meluncurkan uji cobanya, Amerika Serikat (AS) lantas meminta pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB. Adapun hal ini juga untuk membahas Korut yang meluncurkan rudal paling kuat sejak 2017, pada akhir pekan lalu. Hal ini disampaikan oleh sumber diplomatik.

Pertemuan darurat untuk membahas Korut itu diperkirakan akan digelar secara tertutup. Seolah tak peduli dengan Rusia, Presiden Dewan Keamanan untuk bulan Februari, untuk mengkonfirmasi waktunya. “Kami benar-benar berharap Dewan akan dapat berbicara dengan satu suara” dengan sebuah deklarasi, seorang diplomat yang berbicara dengan syarat anonim atau tidak ingin disebutkan identitasnya.

Sebelumnya, pada Senin (31/1), Korut mengkonfirmasi bahwa mereka telah menembakkan rudal balistik jarak menengah dan jarak jauh Hwasong-12, dalam uji coba pertamanya sejak 2017 dari senjata yang kuat. Di sisi lain, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengecam peluncuran tersebut sebagai “pelanggaran yang jelas terhadap resolusi Dewan Keamanan.”

“Setidaknya apa yang harus kami tekankan adalah bahwa Dewan akan mendesak DPRK untuk menghormati resolusi Dewan Keamanan PBB,” jelas diplomat anonim itu merujuk pada Republik Rakyat Demokratik Korea, dikutip pada Rabu (2/2). “Jika Dewan bahkan tidak dapat meminta untuk menghormati keputusannya sendiri, kami memiliki masalah.”

Menurut anggota dewan tersebut, Korut membuat kemajuan yang bagus dalam hal balistik, meningkatkan jangkauan, ketepatan dan daya mematikan misilnya. Ia menyebut bahwa Korut memiliki teknologi rudal nuklir dan balistik.

“Pada tahap tertentu jika Anda menggabungkan dua teknologi, yang tampaknya tidak mampu mereka kelola sampai sekarang…ancamannya akan benar-benar tidak dapat ditoleransi,” imbuhnya.

Di sisi lain, utusan AS untuk Korut, Sung Kim telah membahas peluncuran terbaru dengan otoritas Korea Selatan dan Jepang dalam beberapa hari terakhir. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Departemen Luar Negeri Ned Price dalam sebuah pernyataan.

(wk/tiar)

  • Share