Tingkat Kepenuhan Rawat Inap Dijadikan Indikator Level PPKM

  • Share

Pemda dengan level PPKM 2 dan 3 diminta disiplin protokol kesehatan.

Oto Mobile ID, JAKARTA–Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan pemerintah akan menyesuaikan assesment level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) daerah. Penyesuaian dilakukan dengan memasukkan indikator kepenuhan rawat inap di fasilitas kesehatan.


Langkah ini dilakukan karena melihat perkembangan situasi Covid-19 yang mengalami peningkatan dalam beberapa hari terakhir. “Pemerintah memutuskan kedepannya untuk menyesuaikan indikator PPKM dengan mempertimbangkan indikator kepenuhan rawat inap di fasilitas kesehatan,” ujar Wiku dalam keterangan persnya, Rabu (2/2/2022).

Wiku menjelaskan, dalam pengumuman PPKM selanjutnya, kemungkinan akan ada perubahan level di daerah-daerah tertentu berdasarkan indikator tersebut. Namun demikian, selama masa transisi 1-2 pekan ke depan akan tetap menggunakan assesment yang telah diumumkan dalam Instruksi Mendagri Nomor 6 Tahun 2022 untuk Wilayah Jawa Bali yang berlaku hingga 7 Februari dan Instruksi Mendagri Nomor 7 Tahun 2022 yang berlaku hingga 14 Februari.

“Dan berdasarkan asessment kondisi Covid-19 di masing-masing daerah,” ujarnya. Saat ini Wiku menyebut, seluruh Kota Administrastif di DKI Jakarta masuk kriteria level 2. Untuk provinsi Banten, semua daerah masuk ke level 2 kecuali Kota Serang yang masuk level 3.

Sedangkan Jawa Barat, ada 10 kabupaten/kota yang masuk ke level 1 dan 17 kabupaten/kota yang masuk ke level 2. Sementara Provinsi Jawa Tengah ada 13 kabupaten/kota masuk ke level 1 dan 22 kabupaten/kota yang masuk ke level 2. Begitu juga untuk Daerah Istimewa Yogyakarta, seluruh kabupaten kotanya masuk ke level 2.

Sedangkan untuk provinsi Jawa Timur, ada 21 kabupaten/kota yang masuk level 1 kemudian 20 kabupaten/kota masuk level 2 serta 1 Kabupaten yang masuk level 3 yaitu Kabupaten Pamekasan. Untuk wilayah Provinsi Bali, keseluruhan Kabupaten kotanya masuk ke level 2.

“Untuk wilayah di luar pulau Jawa Bali ada penurunan dari jumlah yang di Level 1 dari 164 kabupaten/kota kemudian level 2 ada 219 kabupaten/kota dan untuk daerah yang masuk ke PPKM level 3 terdapat 3 kabupaten/kota yaitu Jayawijaya, Yapen dan Kota Jayapura,” kata Wiku.

Wiku pun mengingatkan pemerintah daerah khususnya di kabupaten/kota yang ada di level 2 dan 3 untuk menegakkan protokol kesehatan. Termasuk, pengaturan aktivitas yang bisa beroperasi, terus mengejar target vaksinasi dan testing di daerahnya, serta terus memantau ketersediaan layanan kesehatan.

Ini dilakukan agar daerah tersebut dapat menekan laju kasus dan menghindari kenaikan level di periode PPKM selanjutnya. “Mohon bisa mengkoordinasikan kendala penanganan baik kepada pemerintah pusat maupun Pemerintah Daerah aglomerasi di daerah tersebut,” ujarnya.

  • Share