Kasus Covid-19 Meroket, Stok Kamar Perawatan RS Masih Aman?

  • Share

Jakarta, OtoMobile.id – Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito melaporkan perkembangan terkini penanganan Covid-19 di tanah air. Dalam keterangan pers virtual, Rabu (2/2/2022), Wiku mengatakan penambahan kasus harian Covid-19 turut berdampak kepada peningkatan Bed Occupancy Ratio (BOR).

Menurut dia, untuk Wisma Pademangan dan Rusun Penggilingan tingkat okupansi BOR mencapai 19%, sementara untuk Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran mencapai 61%.

“Rata-rata BOR di RS rujukan tingkat nasional mencapai 13,89%. Dengan DKI Jakarta penyumbang tertinggi sebesar 52%, Banten 22%, dan Jawa Barat sebesar 16%,” ujarnya.

Namun, kabar baiknya, masih ada 30 provinsi lainnya yang mempertahankan tingkat BOR di bawah 10%, Seperti di Sulawesi Tenggara (7%), DI Yogyakarta (6%), dan Sulawesi Utara (5%).

Wiku menjelaskan, saat ini di RSDC Wisma Atlet Kemayoran menyediakan 7.894 tempat tidur untuk pelaku perjalanan luar negeri yang bergejala ringan/sedang. Selain itu, ada 5.796 tempat tidur di Wisma Atlet di Pademangan serta 1.566 tempat tidur di rusun Penggilingan.

Sementara untuk gejala berat ada 444 tempat tidur pada enam rumah sakit rujukan dan 663 kamar untuk isolasi terpusat PPLN di hotel untuk tanpa gejala/ringan.

“Total ada 76 ribu tempat isolasi terpusat di Indonesia,” kata Wiku.

Dalam kesempatan yang sama, Wiku mengungkapkan saat ini kasus positif Covid-19 semakin meningkat.

“Peningkatan yang terjadi cukup tajam dan dalam waktu singkat kasus meningkat cukup besar dan berkali-kali lipat,” ujarnya.

Menurut Wiku, peningkatan kasus positif Covid-19 pada minggu ini adalah yang terbanyak. Sebelumnya, atau tepatnya pekan kedua Desember 2021, kasus positif Covid-19 mingguan masih berada pada level 1.400. Kemudian meningkat menjadi 3.000 (9 Januari 2022), 5.400 (14 Januari 2022), dan 14.000 (29 Januari).

“Dan di minggu ini kasus mengalami lonjakan menjadi 56 ribu kasus dalam satu minggu. Jumlah ini meningkat 40 kali lipat dibanding dengan awal Januari,” kata Wiku.

“Bahkan jika dilihat dari kasus positif harian maka per tanggal 1 Februari kemarin, kasus harian telah mencapai 16.000 lebih tinggi dari pada penambahan harian pada gelombang pertama di bulan Desember 2020,” lanjutnya.

Secara total, positivity rate harian dari pemeriksaan antigen dan PCR telah mencapai 6% atau telah berada di atas standar WHO, yaitu 5%. Sebelumnya, menurut Wiku, positivity rate sempat konsisten di angka 0% sampai dengan 2%.

“Tentunya kenaikan kasus positif ini sudah seharusnya menjadi peringatan bagi kita semua untuk kembali merefleksikan kedisiplinan kita terhadap protokol kesehatan,” ujarnya.

[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)


  • Share