Jangan Sampai Malioboro Jadi Seperti Kawasan Thamrin Usai PKL Hengkang

  • Share

Pemprov DIY hari ini menyebut, relokasi lebih dari 1.800 PKL Malioboro rampung

Oto Mobile ID, oleh Silvy Diah Setiawan, Antara


Pemprov Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rabu (2/2/2022), akhirnya merampungkan proses relokasi pedagang kaki lima (PKL) Malioboro yang sudah dilakukan sejak 1 Februari 2022. Pada hari ini, sudah tak lagi terlihat PKL berjualan di sepanjang trotoar Malioboro.


“Sejak hari ini sudah tidak ada yang berjualan, suma sekarang banyak yang proses perpindahan dan kemudian yang kemarin belum pindah (lapaknya) baru dibongkar tadi pagi,” kata Kepala Satpol PP DIY, Noviar Rahmad kepada Republika, Rabu.


Pihaknya melakukan upaya persuasif agar PKL segera pindah ke lokasi baru yang sudah disiapkan. Lokasi baru tersebut yakni di Teras Malioboro 1 (eks Gedung Bioskop Indra) dan Teras Malioboro 2 (eks Gedung Dinas Pariwisata DIY), dengan total PKL yang dipindah lebih dari 1.800 PKL. 


Upaya persuasif dilakukan dengan imbauan kepada PKL untuk mengosongkan trotoar Malioboro. Proses relokasi PKL ini akan dilakukan setidaknya hingga 7 Februari nanti.


“Jadi tanggal 1-7 (Februari) itu tidak diperkenankan lagi untuk membuka lapak di sepanjang Malioboro, 1-7 itu proses untuk perpindahan. Kemarin banyak mereka (PKL) berpikir bahwa 1-7 itu masih boleh berjualan, jadi dari kemarin kami imbau untuk menutup lapak untuk proses pindah,” ujarnya.


Noviar menuturkan, di hari pertama relokasi masih banyak PKL yang meminta untuk tetap berjualan di sepanjang trotoar Malioboro. Hal ini dikarenakan Libur Imlek, sehingga masih banyak pengunjung yang datang.


Pihaknya pun hanya memberi toleransi PKL untuk dapat berjualan hingga 1 Februari. Namun, di hari kedua proses relokasi seluruh PKL sudah membongkar lapaknya untuk pindah ke lokasi baru.


“Hari ini sudah clear semua, sudah bersih, mereka sudah menepati janjinya untuk tidak berjualan lagi. Hari ini kita sudah menyisir satu per satu dari utara sampai ke Titik Nol, semua tidak ada lagi yang berjualan,” tambah Noviar.


Ketua Umum Paguyuban PKL Malioboro Ahmad Yani (Pemalni), Slamet Santoso mengatakan, pada hari pertama sudah ada PKL yang pindah ke lokasi baru. Namun, pengunjung yang masuk masih terbilang sedikit.


“Hari pertama masih sepi, tapi nanti setelah lorong-lorong (di trotoar) tidak ada PKL, otomatis pengunjung akan masuk ke sini (ke lokasi baru). Kemarin masih ada PKL di lorong,” kata Slamet.


Anggota Pemalni sendiri mendapatkan tempat di Teras Malioboro 1. Total ada 431 anggota Pemalni yang direlokasi.


“Pemalni semua di Teras Malioboro 1, mulai hari ini tidak ada yang berjualan di lorong (trotoar Malioboro),” ujarnya.


Terkait dengan memberdayakan kembali pendorong gerobak, Slamet menyebut, agar pemerintah mengakomodir. Pasalnya, kata Slamet, di tempat yang baru tenaga pendorong gerobak tidak terlalu dibutuhkan oleh PKL.


“Saya kira (tenaga bantu untuk sirkulasi barang dagangan) bisa diatasi oleh masing-masing pedagang. Kondisi sekarang sebetulnya tidak lagi membutuhkan pendorong gerobak untuk keluar masuk gudang,” jelasnya.


Menurutnya, pendorong gerobak tersebut dapat diberdayakan dengan diberikan pekerjaan di lokasi baru. Seperti tukang jaga malam, tukang bersih-bersih atau mendapatkan pekerjaan lain dari pemerintah di lokasi baru.


 


“Kami sudah komunikasi juga dengan pendorong yang tidak punya kerjaan lagi, kami mendorong agar diakomodir (oleh pemerintah) agar dipekerjakan sebagai cleaning service, pemeliharaan taman atau mereka bisa ditempatkan sebagai jaga malam, itu yang kami ajukan,” tambahnya.


 


 


In Picture: Paguyuban Pendorong Gerobak Demo Sultan di Kantor Gubernur

  • Share