Kementerian BUMN Dorong Perusahaan Pelat Merah Terapkan Dekarbonisasi

  • Share

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

OtoMobile.id, JAKARTA – Kementerian BUMN mendorong perusahaan pelat merah turut mewujudkan komitmen pemerintah Indonesia dalam mencapai net zero carbon emission pada 2060.

Selain itu, BUMN juga perlu mendukung pembangunan rendah karbon sesuai Paris Agreement untuk target pengurangan emisi gas rumah kaca berbasis National Determined Contribution (NDC) hingga 29 persen sebagaimana yang disampaikan pada pertemuan COP26 2021.

Wakil Menteri BUMN I, Pahala Nugraha Mansury mengatakan, Kementerian BUMN dan perusahaan BUMN sangat serius untuk menjadi pioneer, serta role model dalam hal penerapan dekarbonisasi.

Baca juga: Pengamat: Penundaan Standar Emisi Euro 4 di Indonesia, Bisa Hambat Rencana Ekspor ke Australia

Pada 2021, kata Pahala, Kementerian BUMN dan BUMN telah melakukan beberapa inisiatif, dan bahkan memiliki Program Management Office (PMO) khusus yang mengkoordinasikan beberapa BUMN.

Terdapat empat PMO inisiatif ekosistem dalam rangka mendukung implementasi Nilai Ekonomi Karbon (NEK), yaitu BUMN Carbon Market, Green Industry Cluster, Maksimalisasi NBS Potential, dan Scale-up EV Adoption.

Baca juga: Isu Perubahan Iklim Dunia, Jokowi Optimistis Indonesia Capai Net Carbon Sink pada 2030

“Ada 7 BUMN yang bergabung pada saat itu, PTPN, Pupuk Indonesia, Pertamina, Mind ID, PLN, Semen Indonesia, BKI, begitu juga dengan Perhutani yang kita lihat merupakan BUMN yang memiliki potensi untuk bersinergi,” kata Pahala dalam keterangannya, Rabu (2/2/2022).

“BUMN – BUMN ini di satu sisi menjadi BUMN yang selama ini kita kenal sebagai penghasil emisi, atau produsen emisi, tetapi ada juga yang berpotensi untuk memberikan National Best Climate Solution, seperti Perhutani dan PTPN,” sambung Pahala.

Sebagai bentuk tindak lanjut dari PMO penerapan dekarbonisasi tersebut, Kementerian BUMN memberikan amanah kepada IDSurvey melalui induk holdingnya yaitu PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI bekerja sama dengan PT EMI.

Kerja sama ini untuk menjalankan bisnis berbasis ekonomi hijau, salah satunya adalah menyiapkan pilot project dalam upaya dekarbonisasi di Indonesia.

Baca juga: Menteri LHK dan 4 Wamen RI Meeting dengan World Bank Soal Carbon Cap and Trade System

Upaya ini dilakukan dengan melakukan inisiasi penandatangan nota kesepahaman antara BKI
dengan sejumlah BUMN antara lain Pertamina, PLN, Perum Perhutani, Semen Indonesia, Pupuk Indonesia, MIND ID, PTPN, dan EMI.

Direktur Utama BKI Rudiyanto menyampaikan, pilot project kolaborasi antar BUMN untuk dekarbonisasi ini akan menjadi pilot perdagangan karbon yang dapat mendukung terpenuhinya target NDC 2030 dan target zero emission 2060, serta pembangunan rendah karbon yang sesuai dengan target pembangunan berkelanjutan.

“Peran utama BUMN pada lembaga verifikasi dan validasi guna mendukung kegiatan seperti pengukuran dan inventori data emisi karbon, pengelolaan dokumen pengembangan proyek
rendah karbon, serta pengembangan teknologi rendah emisi,” papar Rudiyanto.

Nantinya, pilot project ini akan menyusun program kerja, termasuk mengkoordinasikan proyek strategis dan aksi korporasi yang mendukung program implementasi dekarbonisasi BUMN.

  • Share