BI: Suku Bunga akan Dipertahankan Sampai Ada Kenaikan Inflasi

  • Share

OtoMobile.id – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo kembali menekankan jika bank sentral akan tetap mempertahankan suku bunga acuan atau BI 7 days reverse repo rate (BI7DRR) di level 3,5 persen sampai ada tanda-tanda kenaikan inflasi.

“Jadi, suku bunga acuan atau BI 7 days reverse repo rate tetap dipertahankan rendah sampai dengan tanda-tanda kenaikan awal inflasi,” tegasnya saat konferensi Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Rabu (2/2).

Selain mempertahankan suku bunga acuan di level 3,5 persen, BI pada tahun ini akan tetap mengawal stabilitas Rupiah untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional. Khususnya dalam mengantisipasi kebijakan normalisasi oleh sejumlah negara maju di tahun ini.

Selanjutnya, BI juga akan memperkuat kebijakan makroprudential akomodatif untuk mendorong pertumbuhan kredit pembiayaan kepada sektor-sektor prioritas dan pembiayaan inklisif, khususnya UMKM.

“Ini sebagai langkah bersama untuk memulihkan kondisi korporasi mengatasi dampak luka memar atau scarring effect, dan mendorong pertumbuhan ekonomi dengan tetap menjaga stabilitas sistem keuangan,” tutupnya. [azz]

Baca juga:
Rupiah Melemah Usai The Fed Beri Sinyal Naikkan Suku Bunga
Gubernur BI: Kenaikan Suku Bunga The Fed Tantangan untuk Indonesia
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp14.304/USD Dipicu Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed
Gubernur BI Prediksi The Fed Naikkan Suku Bunga 4 Kali di 2022
Harga Emas Global Anjlok Dipicu Rencana Kenaikan Suku Bunga The Fed
Rupiah Melemah ke Rp14.391 per USD, Dipicu Sinyal Kenaikan Suku Bunga The Fed

  • Share