Waspadai Highway Hypnosis, Salah Satu Sebab Kecelakaan di Jalan Tol – Panduan Pembeli

  • Share

JAKARTA – Highway hypnosis atau white line fever disebut sebagai salah satu penyebab kecelakaan di jalan tol. Ini bisa terjadi khususnya dalam perjalanan jarak jauh.

Highway hypnosis atau white line fever, menurut keterangan resmi dari Auto2000 baru-baru ini, adalah teralihkannya pikiran atau hilangnya konsentrasi tanpa sadar ketika sedang mengemudi di jalur bebas hambatan. Pemicunya antara lain kondisi jalur di jalan tol yang relatif lurus, monoton, dengan latar belakang pemandangan tidak menarik.

Saat mengalami highway hypnosis atau white line fever, pikiran pengemudi tanpa sadar akan teralihkan ke hal lain tanpa disadari, akibat situasi berkendara jarak jauh yang membosankan. Kondisi seperti dihipnotis tersebut menciptakan situasi berbahaya yang menyebabkan potensi terjadinya kecelakaan.

Highway hypnosis atau white line fever dapat terjadi meski sopir telah menjalani tidur maupun istirahat cukup.

“Jalan tol yang lurus dan mulus akan membuat AutoFamily cepat merasa bosan dan memikirkan hal lain di luar berkendara. Meskipun hanya beberapa saat, kondisi ini dapat memicu kecelakaan fatal,” kata Aftersales Business Division Head Auto2000 Nur Imansyah.

6 Cara Mencegah Highway Hypnosis atau White Line Fever

Jaringan diler dan bengkel resmi Toyota di Indonesia tersebut lalu membagikan enam tips mencegah highway hynosis atau white line fever. Berikut paparannya:

Ketika mengemudi di jalan tol yang jalur dan kondisinya membosankan, amat disarankan untuk selalu menjaga fokus dan pikiran. Sopir dianjurkan untuk tidak berpikir mengenai hal-hal lain di luar aktivitas mengemudi terlalu banyak.

Pikiran yang teralihkan dalam waktu 2 detik ketika melaju dengan kecepatan 80 km per jam menyebabkan pengemudi lepas kontrol sejauh 44 meter. Jarak tersebut sudah cukup untuk menyebabkan kecelakaan fatal.

  • Bikin Posisi Duduk Senyaman Mungkin, Lakukan Senam Ringan

Sebelum dan selama mengemudi, atur posisi duduk senyaman dan seenak mungkin. Atur jauh-dekat maupun tinggi-rendah kursi serta setir, juga posisi sandaran punggung dan kepala.

Hal ini bisa membantu mengurangi kelelahan dan rasa cepat bosan. Lalu, praktikkan senam ringan dengan menggerak-gerakkan leher maupun lengan agar otot bisa serileks mungkin.

Dianjurkan agar tidak mengemudi di jalan tol dalam kondisi kabin sepi. Apalagi ketika bepergian jarak jauh.

Nyalakan musik atau radio. Ikut bernyanyi atau bergoyang ringan juga amat diperbolehkan.

Satu yang penting, setel volume sistem audio tak terlalu keras supaya masih bisa mendengar bunyi dari luar mobil.

  • Cari Pemandangan Menarik dan Rutin Perhatikan Spion

Meskipun secara umum pemandangan jalan tol membosankan, usahakan tetap mencari hal-hal atau pemandangan yang relatif menarik di sekitar. Lalu, secara berkala, tengok spion kiri, kanan, maupun tengah untuk menjaga kewaspadaan maupun fokus.

  • Rehat Sejenak di Rest Area

Batas waktu mengemudi adalah tiga jam. Setelah itu, sopir amat diwajibkan untuk beristirahat demi menjaga kebugaran fisik serta fokus.

Manfaatkan rest area yang tersebar di sepanjang jalan tol. Apalagi, kini sudah ada rest area dengan fasilitas yang lengkap serta nyaman.

  • Pastikan Kondisi Mobil Sebelum Perjalanan

Kondisi mobil yang baik sebelum perjalanan juga mendukung sopir agar fokus dan tidak terlalu banyak berpikir. Oleh karena itu, pastikan performa mobil prima sebelum bepergian jarak jauh.

Ini akan lebih mudah seandainya pemilik kendaraan tak menyepelekan servis rutin sesuai interval yang dianjurkan buku manual. [Xan]

  • Share