Setelah Menelurkan 250.000 Unit, BMW i3 Bakal Setop Juli 2022

  • Share

Usai menambah produksi i3 pada 2020 demi memenuhi permintaan yang terus meningkat, BMW akhirnya memutuskan untuk menyetop model bertenaga baterai pertama mereka itu.

Sang automaker asal Bavaria secara resmi mengonfirmasi kepada Drive bahwa sampel terakhir dari kendaraan listrik itu akan meluncur dari jalur perakitan pada Juli tahun ini.

Hal tersebut sekaligus menandai akhir dari sembilan tahun perjalanan i3, dengan sekitar 250.000 unit dikirimkan ke seluruh dunia.

BMW sudah menghentikan produksi i3 untuk pasar Amerika Serikat (AS), tahun lalu, dan hal yang sama terjadi di kawasan Australia pada pengujung 2021.

Itu berarti, BEV tersebut hanya akan tersedia di Eropa dan beberapa negara Asia sampai penghentian penuh pada musim panas nanti.

Langkah ini rasanya bertentangan dengan laporan sebelumnya, yang mengklaim i3 akan terus bertahan hingga 2024.

Meski demikian, sektor EV saat ini berkembang sangat pesat sehingga tidak setiap keputusan harus dianggap final. 

BMW i3 saat ini dirakit di Leipzig. Dan, setelah penghentiannya, BMW akan mempersiapkan pabrik itu untuk memproduksi Mini Countryman generasi mendatang.

Crossover funky tersebut akan memasuki jalur perakitan pada paruh kedua tahun ini.

Sedangkan untuk i3, secara tidak langsung dia akan digantikan oleh iX1 – crossover serba listrik yang dibuat berdasarkan generasi ketiga X1.

SUV nol-emisi itu awalnya akan dirakit di pabrik Regensburg milik BMW hingga 2024, kemudian akan pindah ke Debrecen, Hungaria.

BMW i3 diluncurkan pada 2013, dua tahun pasca sebuah konsep menampilkan desain akhirnya.

Mobil ini memiliki konstruksi serat karbon, serta tersedia dengan tiga pilihan baterai dan jangkauan antara 81 mil (130 kilometer) dan 153 mil (246 km).

Sebuah varian range-extender tersedia antara 2014 dan 2018 di beberapa pasar Eropa, tetapi kemudian dihentikan.

Pada Desember tahun lalu, BMW meluncurkan i3 baru di Cina. Tapi dia tidak ada hubungannya dengan BEV berbentuk aneh untuk pasar AS dan Eropa.

Entah apa alasannya, perusahaan menggunakan kembali nama itu untuk versi listrik Seri 3, yang rencananya akan dijual secara eksklusif di Negeri Tirai Bambu.

  • Share