Menpora Tetapkan Jateng Masuk Dalam Sentra Pembinaan Olahraga

  • Share

OtoMobile.id – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengatakan, Jawa Tengah (Jateng) menjadi salah satu dari 10 daerah yang akan dijadikan sentra pembinaan olahraga. Menurutnya, target pembinaan adalah perbaikan prestasi di olimpiade.

“Kalian harus bangga, di DBON Jateng menjadi salah satu sentra pembinaan. Pembinaan langsung diarahkan menuju sasaran utama prestasi olimpiade, di mana mimpi besar Indonesia bertengger di lima besar dunia pada olimpiade 2045,” kata Zainudin Amali di Balai Pemusatan Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (BPPLOP) Jateng, Kawasan Olahraga Jatidiri, Semarang, Sabtu (29/1).

Dia juga memberikan motivasi kepada para atlet, bahwa cita-cita harus tinggi, tidak sekadar kelas daerah ataupun nasional, tetapi harus mendunia.

“Kalian harus berani bermimpi besar, bermimpi menjadi Olimpian (atlet olimpiade), jangan hanya atlet PON. Dengan itu mimpi akan berbuah prestasi,” ungkapnya.

Zainudin juga sempat mengecek kamar wisma atlet di Jatidiri untuk dibenahi, sebagai bentuk kesiapan atlet menghadapi Olimpiade Paris 2024.

“Tadi saya sudah cek hingga ke kamar-kamar, itu sebagai masukan untuk perbaikan agar lebih layak. Namun coba sepulang dari sini tulis dengan gaya dan ekspresi masing-masing di tembok kamar ‘Paris 2024’, itu bagian dari mimpi besar kalian,” ujar Zainudin.

Kemenpora menunjuk Universitas Negeri Solo (UNS) dan Universitas Negeri Semarang (Unnes) sebagai tempat latihan bagi para atlet yang akan berlaga di Olimpade Paris tahun 2024.

“Jadi Unnes dan UNS resmi ditetapkan menjadi pemandu utama untuk meningkatkan prestasi para atlet agar bisa tampil di olimpiade dan paralympics. Tanpa pemandu utama jangan harap prestasi kita bisa optimal,” tutur Zainudin.

Dia menyebut kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi langkah yang efektif untuk menunjang perbaikan kualitas para atlet Indonesia. Sebagai contoh Unnes telah memiliki sarana dan prasarana training center dengan standar mutu yang bagus.

“Jadi kami anggap Unnes cocok dijadikan tempat pemandu latihan bagi atlet olimpiade,” ungkapnya.

Sedangkan UNS memiliki pelatih yang bagus dan sedang tahap membangun training center di Karanganyar.

“UNS jadi lokasi pemandu latihan untuk Paralympics. Lokasinya cukup bagus tinggal pembangunan ditugaskan ke Kementerian PUPR,” jelasnya.

[cob]

  • Share