Ini Penampakan Terbaru Jet Tempur KF-21 Boramae Buatan Korea dan Indonesia

  • Share
Jakarta

Proyek pesawat tempur kolaborasi Korea Selatan dan Indonesia terus digarap supaya bisa melakukan uji terbang pertamanya di tahun ini. Kabar terbaru dari Korea Selatan menyebutkan bahwa pesawat prototipe bernama KF-21 Boramae itu sedang dirakit dan tampak sudah diwarnai bagian siripnya.

Dalam bocoran foto yang diunggah akun Twitter @RupprechtDeino, Minggu (23/1/2022), memperlihatkan pesawat tempur KF-21 sedang dirakit di sebuah fasilitas pabrik. Menariknya, pesawat itu tak lagi polosan. Melainkan sudah diberi warna pada bagian sirip belakang atau vertical stabilizer-nya.

Satu pesawat menggunakan warna sirip hitam disertai garis-garis berwarna kuning disertai gambar pesawat di ujungnya, juga tertera label bertuliskan KF-21 004.

Sementara satu pesawat lainnya memiliki vertical stabilizer dengan warna dasar biru dan grafis menyerupai kepala burung yang dicat warna merah putih. Lalu disematkan pula tulisan berlabel KF-21 003.

Belum ada pernyataan resmi dari Korea Selatan mengenai perkembangan pesawat tempur KF-21 Boramae tersebut. Namun yang pasti, negeri Ginseng itu akan melakukan uji coba terbang pesawat itu tahun 2022 ini.

Sekadar informasi, KF-21 dibuat di fasilitas produksi Korea Aerospace Industries (KAI) di Kota Sacheon. Proyek ini dimulai sejak 2015 dan butuh investasi 8,8 triliun KRW atau setara Rp 105,4 triliun. Indonesia sendiri bakal menanggung 20% dari total biaya proyek tersebut.

KF-21 Boramae memiliki kapasitas muatan maksimum 7.700 kilogram dan akan memiliki 10 pod untuk instalasi rudal udara-ke-udara dan senjata lainnya. Pesawat ini mampu terbang pada kecepatan 2.200 km per jam dengan jangkauan terbang hingga 2.900 km.

Dijadwalkan tes penerbangan pertama akan dilakukan pada 2022, di mana proses pengembangan akan selesai pada 2026. Meski dijuluki sebagai pesawat tempur generasi 4.5, pesawat KF-21 bukanlah merupakan pesawat siluman yang bisa menyembunyikan diri dari radar. Akan tetapi, para pejabat terkait di Korea Selatan mengatakan bahwa mereka akan melanjutkan penelitian untuk kemungkinan konversi dengan fitur tambahan di masa depan.

(lua/rgr)

  • Share