Dear Kaum Milenial, Nih Tips Investasi ala Strategi Sir Alex!

  • Share

Jakarta,OtoMobile.id – Generasi milenial saat ini berkontribusi besar dalam lingkup investasi. Di Indonesia sendiri, melalui SBN ritel, generasi milenial menyumbang angka pembeli terbanyak hingga 40%. Meski begitu, generasi milenial masih cenderung mengalami hambatan investasi karena kurangnya pengalaman.

Terkait hal tersebut, Direktur Surat Utang Negara DJPPR, Deni Ridwan, berpesan kepada generasi milenial bahwa mereka harus melihat investasi seperti pertandingan bola.

Ia mencontohkan filosofi milik mantan pelatih Manchester United, Sir Alex Ferguson, yakni ‘attack when you games, defense when you title’.

“Artinya, kalau kita ingin mencapai tujuan keuangan, perkuat dulu pertahanan. Pertahanan kalau di investasi itu adalah yang resikonya kecil, tetapi masih ada keuntungan minimal di atas inflasi,” ujar Deni dalam Launching dan Pembukaan Masa Penawaran Obligasi Negara Ritel Seri ORI021, Senin (24/1/2022).

Deni mencontohkan risiko kecil tersebut dengan instrumen investasi seperti deposito, rdpt, dan SBN ritel. Jika langkah tersebut sudah kuat, Deni mengatakan hal itu dapat dilanjutkan ke jenis investasi yang lebih berisiko, seperti reksadana saham, obligasi korporasi, atau saham bluechip.

“Setelah itu kuat, baru kita yang lebih attacking, kali mau ya saham yang lumayan fluktuasi tinggi, kemudian masuk ke crypto, itu boleh silahkan,” tambah Deni.

Terkait proporsi, tergantung preferensi risiko masing-masing. Deni mengungkapkan, biasanya generasi muda masih berani mengambil risiko tinggi atau yang attackingnya banyak namun untuk kalangan di atas milenial yang sudah memiliki tanggungan keluarga, defensive-nya akan diperkuat karena tidak ingin rugi.

“Intinya itu, perkuat pertahanan. Kalau itu sudah kuat, baru mencari jenis investasi yang lebih berisiko, dan harapan dapat cuan yang lebih tinggi,” tutur Deni.

SBN ritel dikatakan Deni berada di posisi defense, karena tidak mungkin rugi, ada pendapatan bulanan, lebih tinggi dari deposito, lebih tinggi dari inflasi, dan tidak mungkin default, karena dijamin oleh negara.

[Gambas:Video CNBC]

(mij/mij)



  • Share