Identifikasi Unsur Pembangun Puisi dengan Aplikasi Coggle

  • Share

SALAH satu karya sastra yang diajarkan pada siswa Kelas VIII semester satu adalah puisi. Pada kompetensi awal materi puisi, siswa belajar untuk mengidentifikasi unsur pembangun puisi yang terdiri dari unsur fisik puisi dan unsur batin puisi. 

Unsur fisik puisi adalah unsur yang terdapat dari luar puisi. Bila kita melihat dan membaca sekilas puisi tersebut, maka unsur fisiknya bisa langsung terlihat, seperti tipografi puisi, penggunaan majas dan irama, penggunaan kata yang mengandung makna konotasi, penggunaan kata berlambang, dan penggunaan imajinasi dalam puisi.

Sedangkan unsur batin puisi adalah unsur yang terdapat di dalam puisi. Untuk menemukan unsur ini dengan membaca pemahaman isi puisi tersebut. Adapun unsur batin puisi yaitu, adanya tema, amanat, perasaan penyair, dan nada atau sikap penyair. 

Kelas kami melakukan proses pembelajaran secara daring dengan menggunakan aplikasi Zoom, WhatsApp Group (WAG), Coogle, Google Drive, dan Mentimeter. Undangan Zoom untuk pembelajaran hari ini, telah dibagikan sehari sebelumnya melalui WAG bahasa Indonesia.

Setelah semua siswa memasuki ruang kelas virtual, guru meminta semua untuk mengisi daftar hadir pada link Google Form yang telah disediakan.

Menerapkan unsur MIKiR untuk memahami puisi

Pembelajaran dimulai dengan menanamkan pemahaman konsep pada siswa mengenai apa itu puisi, maka siswa diminta untuk menonton tayangan pembacaan puisi yang berjudul Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono melalui link https://youtu.be/1KVBGgX4uvI.

Selanjutnya siswa menyampaikan pendapatnya terkait pemahaman mereka terhadap pengertian puisi berdasarkan tayangan video tadi melalui urun gagasan secara lisan dengan meminta peserta didik mengaktifkan mic Zoom. 

Aulia dari kelas 8.1 menyatakan bahwa puisi itu isi hati pengarangnya. Sementara Igustinalia menyebutkan bahwa puisi itu ungkapan rasa dari si penulis puisi.

Mifti dari kelas 8.2 menyatakan bahwa puisi itu segala rasa yang kita ungkap dan dituangkan dalam bentuk kata-kata. Semua jawaban siswa benar. Sebab puisi sejatinya adalah ungkapan perasaan seseorang yang dituangkan dalam bentuk kata-kata yang dirangkai menjadi sebuah puisi.

Memasuki kegiatan pembelajaran tahap mengalami, siswa mengamati video pembelajaran materi unsur pembangun puisi dari link https://youtu.be/tSS4ITxnexs. 

Selanjutnya siswa bersama guru melakukan tanya jawab terkait isi materi pembelajaran yang sudah mereka tonton. Pemberian materi pembelajaran ini, untuk memberikan pemahaman konsep kepada siswa terkait unsur pembangun puisi.

Kegiatan pembelajaran berlanjut dengan siswa mengamati dan membaca teks puisi  yang berjudul Surat dari Ibu karya Asrul Sani. Puisi ini ditayangkan pada layar Zoom, dan juga dikirimkan ke WAG.

Untuk menguatkan interaksi antar siswa, saya membentuk kelompok diskusi dalam breakout room. Siswa melakukan diskusi kelompok selama 25 menit untuk menemukan unsur pembangun dari puisi yang telah mereka baca dan mencatat hasil temuannya pada aplikasi Coggel. Aplikasi ini digunakan untuk membuat dan berbagi peta pikiran (mind mapping) dengan menggunakan diagram alir.

Breakout room dibuka untuk enam kelompok. Selama siswa melakukan interaksi dalam kelompok, saya selalu mengunjungi kelompok di breakout room secara bergantian agar siswa mendapatkan pendampingan dan penjelasan terkait kendala yang mungkin terjadi selama diskusi.

Coggle dan MentiMeter membuat pembelajaran jadi interaktif

Setelah 25 menit berlalu, saatnya siswa kembali ke main room untuk mengkomunikasikan hasil kerja kelompok mereka dengan menggunakan peta konsep dari aplikasi Coggle. Secara bergiliran, masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya. Kelompok lain menanggapi dengan memberikan saran, pertanyaan, atau komentar.

Kelompok satu dengan judul Surat dari Ibu tampil yang pertama. “Kami menemukan unsur pembangun puisi dari unsur batin penyair yaitu amanat untuk sesekali pulang ke kampung halaman. Perasaan penyair yang sedih dan nada puisi tersebut adalah menghimbau bagi perantau agar pulang ke kampung hal,aman,” kata Igustinalia mewakili kelompoknya.

Untuk unsur fisik, lanjut Igustinalia, puisi Surat dari Ibu memiliki majas paralelisme dengan irama puisi sedih. Kata konotasi yang ditemukan adalah selama hari belum petang yang bermakna selama kita belum tua dan masih bertenaga. Berikut tampilan hasil kerja kelompok satu dalam yang dibuat dengan aplikasi Coggle.



Kelompok dua menemukan hasil yang berbeda. Puisi Surat dari Ibu bertema keikhlasan seorang ibu yang mengizinkan anaknya untuk merantau. Amanatnya adalah seorang ibu harus rela melepaskan anaknya untuk merantau guna menggapai cita-cita.

Perasaan yang terkandung dalam puisi ini adalah sedih. Nada penyair dalam puisi ini adalah mengingatkan kepada para ibu agar senantiasa mengingatkan anaknya tentang usaha dan kesuksesan. 

Berikut hasil kerja kelompok dua yang juga dibuat dengan aplikasi Coggle. 

Setelah semua kelompok berpresentasi, saya mengajak siswa menyimpulkan pembelajaran. Ternyata siswa sudah bisa merumuskan apa saja yang termasuk dalam unsur fisik puisi dan unsur batin puisi. 

Untuk mengetahui perasaan siswa mengikuti pembelajaran, saya melakukan refleksi dengan menggunakan aplikasi MentiMeter. Siswa diminta menjawab pertanyaan bagaimana perasaan mereka belajar hari ini? Adakah yang belum mereka pahami, tuliskan!

Dari semua siswa yang mengikuti pelajaran, jawaban yang muncul pada MentiMeter, ternyata siswa sangat senang belajar hari ini dan mereka bisa memahami materi pembelajaran. Senang rasanya memberikan sesuatu yang berharga bagi siswa. Mereka juga bisa belajar dengan beragam aplikasi yang langsung dipraktikkan. (OL-09)


  • Share