Migrant Care Temukan Dugaan Perbudakan, Ada Kerangkeng di Rumah Bupati Langkat

  • Share

OtoMobile.id – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin.

Rupanya, OTT tersebut turut terbongkar praktik perbudakan yang selama ini terjadi di lahan belakang rumah si bupati.

“Kami menerima laporan dari masyarakat di Kabupaten Langkat bersamaan dengan OTT kasus dugaan korupsi, ternyata itu juga membuka kotak pandora kejahatan Ketua Pusat Studi Migrasi Migrant CARE, Anis Hidayah di Kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Senin (24/1).

Ia menduga pelaku merupakan orang yang sama. “Diduga pelakunya orang yang sama yaitu kepala daerah di sana, yang tertangkap KPK,” katanya.

“Ada pekerja sawit yang bekerja di ladangnya, kita menemukan 7 perlakuan kejam dan tidak manusiawi yang kita duga sebagai perbudakan modern dan perdagangan manusia,” bebernya.

Berikut Tujuh praktik perbudakan diduga terjadi di rumah Bupati Langkat:
1. Bupati membangun diduga semacam penjara, ada kerangkeng di dalam rumahnya
2. Kerangkeng digunakan untuk menampung pekerja setelah selesai bekerja
3. Para pekerja tidak punya akses kemanapun
4. Para pekerja kerap menerima penyiksaan, dipukul hingga lebam dan luka
5. Para pekerja hanya diberi makan dua kali sehari
6. Para pekerja tidak digaji
7. Para pekerja tidak punya akses komunikasi ke pihak luar

Atas temuan tersebut, Migrant Care langsung melapor ke Komnas HAM. “Karena prinsipnya itu sangat keji.”

Untuk jumlah korban, kata Anis, sementara berjumlah 40 orang. “Berapa lamanya, nanti Komnas HAM yang akan melakukan penyelidikan lebih lanjut,” katanya.

Sementara itu, Komisioner Komnas HAM Chairul Anam mengatakan aduan dari Migrant Care sudah diterima.

“Kami menerima aduan adanya perlakuan yang sangat tidak manusiawi, dugaannya terjadi penyiksaan, atas pekerja kelapa sawit di Kabupaten Langkat. Nanti setelah dijelaskan kami akan apa yang dilakukan oleh Komnas HAM,” katanya.

[rhm]

  • Share